Buda Paing Landep Jelaskan 'Ala Ayuning Dewasa' Kalender Bali

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Buda Paing Landep Jelaskan 'Ala Ayuning Dewasa' Kalender Bali

Gambar atau konten salah?

Pada 15 April 2026, Buda Paing Landep menulis di Denpasar tentang konsep ala ayuning dewasa dalam Kalender Bali.

Konsep ini digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan apakah suatu hari baik atau tidak untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Kalender Bali menghitung hari-hari tertentu berdasarkan perhitungan khusus.

Informasi lengkap dapat dilihat di kalenderbali.org.

  • Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa (Alahing dewasa 2).
  • Guntur Umah/Graha. Baik untuk membangun atau memindahkan rumah. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Guru. Baik untuk membuat peraturan, awig-awig. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Luang. Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Pati. Baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Prawani. Tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Sudangastra. Baik untuk membuat alat-alat yang runcing. (Alahing dewasa 3).
  • Kala Wisesa. Baik untuk menebang kayu bahan bangunan, memulai suatukegiatan, mengangkat/melantik petugas. (Alahing dewasa 4).
  • Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2).
  • Purwani. Tidak baik dipakai dewasa. (Alahing dewasa 2).
  • Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
  • Taliwangke. Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. (Alahing dewasa 3).
  • Titibuwuk. Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Alahing dewasa 3).
  • Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Werdi Putra, Pratiti: Saskara. (iws/iws)

Setiap hari dalam kalender memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa hari dianggap baik untuk membangun rumah, sementara yang lain lebih cocok untuk ritual tertentu.

Ala ayuning dewasa membantu warga memilih hari yang tepat untuk membangun, menanam, atau melaksanakan upacara. Informasi ini penting bagi perencanaan kegiatan sehari‑harian.

Dengan mengacu pada daftar ini, orang dapat menghindari hari yang tidak baik dan memanfaatkan hari yang mendukung keberhasilan aktivitas mereka. Kegiatan yang direncanakan biasanya disesuaikan dengan jenis hari tersebut.

Kalender BaliAla ayuning dewasahari baikritual Hindukegiatan adatupacarapembentukan hari

Komentar

Memuat komentar...