Buka Kios Ikan Hias, Beli Rumah Setelah 12 Tahun Usaha

Maya K. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Buka Kios Ikan Hias, Beli Rumah Setelah 12 Tahun Usaha

Gambar atau konten salah?

Merawat usaha keluarga yang sudah dirintis belasan tahun bukanlah perkara mudah. Butuh konsistensi, adaptasi, dan mental yang kuat agar dapat menghadapi pasang surut pasar yang tak menentu. Hal ini dibuktikan oleh Rizki Fauzi yang setia merawat kios ikan hias milik keluarganya selama 12 tahun. Berkat ketekunan dan kerja keras memutar roda bisnis tersebut, ia kini berhasil memiliki rumah sendiri.

Perjalanan bermula pada 01 Januari 2008, ketika ayahnya, Sudiyaman, memulai usaha ikan hias. Pada saat itu, Sudiyaman menerima tawaran lapak dari Dinas Perikanan untuk berjualan di Depo Pemasaran Ikan Hias, Jalan Bina Marga, Kota Bogor. Kios kecil berukuran 4x3 meter dipenuhi perlengkapan akuarium, media filter, hingga deretan ikan hias warna-warni.

Perlahan namun pasti, usaha tersebut berkembang dan menemukan segmen konsumennya sendiri. Melihat potensi yang ada, Rizki, anak pertama, tertarik turun tangan membantu sang ayah membesarkan Pesona Aquarium pada 01 Januari 2014.

"Sejak 2014 saya mulai ikut jagain, terus berlanjut sampai sekarang," cerita Rizki beberapa waktu lalu.

Perjalanan bisnis ini tidak selalu tenang. Dinamika tren pasar yang cepat berubah menjadi tantangan terbesar, menuntut Rizki pintar membaca keinginan konsumen. Di sisi lain, biaya operasional untuk menjaga kualitas air menjadi pengeluaran rutin yang cukup menguras energi dan kantong. Mulai dari pasokan listrik pompa udara atau aerator yang harus menyala 24 jam hingga pembersihan filter berkala.

Untuk memperluas jangkauan bisnis, Rizki memutar otak dan pada 01 Januari 2018 mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebesar Rp 10 juta melalui Kantor Unit BRI Warung Jambu.

"Dana KUR itu saya pakai buat tambah aksesoris, akuarium, pelet, dan mesin-mesin pompa," kenang Rizki. Suntikan modal tersebut membuat etalase tokonya semakin padat dan rapi. Jika dulu stok pelet dan mesin masih bercampur di satu sudut sempit, kini barang-barang tersebut sudah terpisah di area khusus.

Ketika pandemi COVID-19 melanda pada 01 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021, sebagian besar sektor ekonomi tiarap, namun bisnis ikan hias milik Rizki justru meraih cuan. Kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah memaksa masyarakat mencari hobi baru yang menyegarkan pikiran di dalam rumah, membuat penjualan ikan hias meningkat.

"Penjualan paling tinggi itu pas COVID. Hampir semua jenis ikan laku, terutama ikan cupang karena orang butuh hobi di rumah. Omzet bulanan sampai (menyentuh angka) Rp 30 juta," ungkap Rizki.

Setelah pandemi, tren pasar bergeser lagi. Kios milik Rizki kini didominasi oleh ikan hias populer yang ramah di kantong. Salah satunya adalah Glowfish, ikan kecil berwarna neon cerah yang biasa dijual Rp 20 ribu per paket isi 10 ekor. Selain itu, ada juga ikan jenis Angelfish atau Manfish, Platy, hingga Koki.

Meski demikian, Rizki tetap menyediakan kelas premium sebagai daya tarik utama, seperti Ikan Koi Platinum berwarna putih bersih yang dibanderol mencapai Rp 500 ribu per ekor. Semua pasokan ikan ini didapat langsung dari jaringan petani lokal tepercaya di wilayah Bogor, sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Rahasia utama Pesona Aquarium bisa bertahan di tengah persaingan bukan sekadar karena menjual ikan hias, melainkan karena ketulusan pelayanannya. Rizki membuka ruang konsultasi bagi para pencinta ikan kolam yang ingin mendesain sistem filter air agar kolam mereka tetap jernih. Tak jarang, Rizki juga langsung turun ke lapangan untuk membersihkan kolam para pelanggan setianya.

Kerja keras menguras bak ikan setiap hari dan konsistensi melayani pelanggan itu akhirnya berbuah manis. Dari keuntungan bersih usaha keluarga ini, Rizki berhasil mencapai impian terbesar setiap kepala keluarga, yaitu membeli sebuah rumah sendiri. "Ya alhamdulillah bisa ke beli rumah," jelasnya. Rumah tersebut terletak di Tanah Sareal, Kota Bogor. Di rumah itulah kini Rizky merajut masa depan bersama istri dan anak tercintanya yang kini bersiap masuk Taman Kanak-Kanak (TK).

Memasuki tahun ini, Rizki tidak menampik bahwa kondisi pasar sedang mengalami fluktuasi dan cenderung menurun akibat situasi ekonomi makro yang belum stabil sepenuhnya. Namun, kelesuan pasar tidak lantas menyurutkan semangatnya untuk terus melangkah. "Tantangannya sekarang adalah bagaimana harus bertahan dan terus berinovasi. Makanya, kami menyiasatinya dengan 'nyambi' menerima jasa perawatan kolam-kolam pelanggan," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai rencana menambah permodalan lewat mitra perbankan kembali, Rizki tidak menutup kemungkinan tersebut. Hanya saja, sebagai pelaku UMKM yang realistis, ia memilih untuk tetap memantau denyut nadi pasar terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh. "Niat untuk mengajukan modal (KUR) lagi sebenarnya ada, tapi kita lihat situasi ekonomi dulu. Yang penting sekarang bertahan dulu di sini. Kalau pasarnya sudah sangat baik, baru kita ajukan lagi," pungkas Rizki optimis.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) (BRI) terus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. BRI berperan sebagai penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia dalam mendukung program pemerintah.

Secara konsolidasi, total aset BRI tercatat mencapai Rp 2.250 triliun pada akhir 31 Maret 2026, tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Hal itu ditopang oleh penyaluran kredit yang menunjukkan akselerasi yang solid. Hingga kuartal I-2026, total kredit BRI mencapai Rp 1.562 triliun, tumbuh 13,7% yoy. Dan segmen UMKM menjadi tulang punggung bisnis, dengan total penyaluran mencapai Rp 1.211 triliun. Hal ini menegaskan fokus BRI dalam mendukung sektor riil dan ekonomi kerakyatan.

"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portfolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp 1.211 triliun," jelas Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Kamis (30 April 2026). "Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah," imbuhnya.

BRI terus komitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat sekaligus memperluas pertumbuhan ekonomi kerakyatan di berbagai wilayah.

Perjalanan Rizki Fauzi menunjukkan bagaimana usaha kecil dapat tumbuh melalui ketekunan, adaptasi, dan dukungan keuangan yang tepat. Dengan memanfaatkan KUR, memperhatikan tren pasar, dan menambah layanan konsultasi, ia tidak hanya mengamankan pendapatan, tetapi juga mencapai impian pribadi. Sementara itu, peran BRI dalam mendistribusikan kredit UMKM menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Kios Ikan HiasKredit Usaha Rakyat (KUR)PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)Pesona AquariumUMKMPandemi COVID-19Ikan Cupang

Komentar

Memuat komentar...