Bunda Rai Jadi Bunda Literasi Kabupaten Tabanan 2026–2029

Fajar H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Bunda Rai Jadi Bunda Literasi Kabupaten Tabanan 2026–2029

Gambar atau konten salah?

20 April 2026, di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab dipanggil Bunda Rai, resmi diangkat sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026‑2029. Proses pengukuhan ini berlangsung di tengah keramaian festival yang menampung ratusan siswa dan guru.

Festival Literasi menjadi latar bagi prosesi. Lampu-lampu berkelip, tawa anak-anak mengisi ruang, dan semangat belajar terasa di udara. Semua peserta tampak antusias, menandai pentingnya acara ini bagi masyarakat.

Pengukuhan dipimpin oleh Bupati Tabanan, namun diwakili oleh Wakil Bupati I Made Dirga. Prosesi berjalan dengan penuh rasa hormat dan kebersamaan, menegaskan komitmen daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia berbasis literasi.

Selain Bunda Rai, dua tokoh lain juga diangkat: Gede Paramartha Daisuke Matsuzawa menjadi Duta Baca, dan Yohanes Elsandy Banawas ditetapkan sebagai Duta Demokrasi. Mereka akan menjadi jembatan antara pengetahuan dan kesadaran publik.

Setelah prosesi, Bunda Rai tampil sebagai narasumber dalam talk show bertajuk 'Literasi Cerdas, Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru (Aman, Unggul Madani)'. Program ini menyoroti tantangan membaca di era digital dan mengajak semua pihak untuk memperkuat literasi.

Menurut pandangan saya, di era digital sekarang ini, saya melihat anak-anak kita lebih banyak memegang gadget. Fenomena yang saya lihat itu mereka menjadi malas membaca dan menjadi tidak peka terhadap lingkungan,” ujarnya.

Saya ingin mengajak ibu-ibu agar lebih membatasi akses digital anak. Peran keluarga sangat penting,” tambahnya.

Para duta yang dikukuhkan hari ini adalah jembatan antara pengetahuan dan kesadaran publik, mereka adalah agen perubahan. Di tangan Bunda Literasi, mari kita titipkan gerakan keluarga gemar membaca,” ungkapnya.

Bunda Rai menekankan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, melainkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan penyelesaian masalah sehari‑hari. Ia mengajak semua pihak untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.

Di sela‑sela, Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wakil Bupati I Made Dirga menegaskan bahwa pengukuhan ini menandai arah pembangunan daerah. Kabupaten Tabanan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tapi juga pada peradaban berbasis literasi, pengetahuan, dan kesadaran demokrasi.

Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Kartini, mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam pendidikan dan literasi. Bunda Rai mengajak ibu-ibu untuk lebih aktif mendampingi anak dalam membaca.

Dengan pengukuhan ini, Tabanan memperkuat komitmen membangun generasi literasi. Langkah ini menjadi dasar bagi pembangunan berkelanjutan, menumbuhkan rasa kritis, dan memperkuat demokrasi di tingkat lokal.

dpw/dpw

Bunda LiterasiTabananRai Wahyuni SanjayaLiterasiDuta BacaDuta DemokrasiEra digitalKeluarga

Komentar

Memuat komentar...