Bupati Jember: Beasiswa Tetap Berlaku Tanpa Seleksi Ulang Selama Studi

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Bupati Jember: Beasiswa Tetap Berlaku Tanpa Seleksi Ulang Selama Studi

Gambar atau konten salah?

Gus Fawait, Bupati Kabupaten Jember, mengumumkan perubahan penting dalam sistem penyaluran beasiswa pendidikan. Menurutnya, mahasiswa asal Jember yang sudah terdaftar sebagai penerima beasiswa akan terus menerima bantuan sampai lulus tanpa harus mengikuti seleksi ulang setiap tahun.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberi ketenangan bagi mahasiswa dalam menempuh studi. “Di era Jember Baru Jember Maju, kami ingin sistemnya lebih stabil. Jadi sekali mendapatkan beasiswa, maka dia akan terus mendapatkan beasiswa sampai lulus,” ujarnya pada Rabu, 29 April 2026, saat menghadiri agenda Pro Gus'e Update di RSD Balung.

Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 75 miliar untuk mendukung program ini. Proses pencairan sudah dimulai, dan pada pekan ini bantuan siap disalurkan kepada 6.024 mahasiswa dari total 7.037 pendaftar yang sudah melengkapi semua persyaratan administrasi.

Untuk mahasiswa yang berkasnya belum lengkap, Gus Fawait meminta mereka segera melapor ke Dinas Pendidikan. Pihaknya memberikan waktu tambahan mulai tanggal 1 hingga 8 Mei 2026 agar proses verifikasi bisa segera tuntas dan hak mahasiswa bisa segera terpenuhi.

Selain Uang Kuliah Tunggal (UKT), Gus Fawait juga memberi kabar baik tentang biaya hidup atau living cost. Ia memastikan bahwa bantuan biaya hidup untuk enam bulan ke depan dijadwalkan cair pada akhir Mei 2026. “Selain UKT yang cair akhir April 2026, kami juga memastikan biaya hidup atau living cost untuk enam bulan ke depan akan disalurkan pada akhir Mei 2026,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan tentang kapan pendaftaran untuk angkatan 2026 dibuka, Gus Fawait menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu seluruh proses seleksi di masing-masing perguruan tinggi selesai. Langkah ini diambil demi menjaga prinsip keadilan agar mahasiswa baru yang saat ini masih berjuang masuk kampus memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa kepastian beasiswa yang berkelanjutan ini akan mengurangi risiko mahasiswa Jember terpaksa putus sekolah karena kendala finansial. “Kami berharap dengan adanya kepastian beasiswa yang berkelanjutan ini, tidak ada lagi mahasiswa Jember yang terpaksa putus sekolah akibat kendala finansial,” tandasnya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmen untuk memastikan setiap mahasiswa asal Jember dapat melanjutkan pendidikan tanpa gangguan keuangan, sekaligus memfasilitasi proses administrasi dan verifikasi yang lebih cepat. (abq/dpe)

Beasiswa berkelanjutanGus FawaitUKTliving costRp 75 miliarPencairan beasiswaMahasiswa Jember

Komentar

Memuat komentar...