Bupati Lamongan Serahkan 108 Pompa Air & Mesin Pertanian ke Petani
Gambar atau konten salah?
Pada 11 Juni 2026, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyerahkan kepada kelompok tani di Lamongan sejumlah alat dan mesin pertanian yang meliputi 108 unit pompa air, 13 unit rotavator, 23 unit hand traktor, 181 unit irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan, serta tiga unit combine harvester.
"Hari ini kita menyaksikan penyerahan bantuan untuk program swasembada pangan lumbung pangan Lamongan tahun 2026. Ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari rencana aksi yang kita buat dalam rangka menghadapi musim kering maupun perubahan cuaca ekstrem yang akan datang," kata Pak Yes.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari strategi daerah untuk menjaga produktivitas pertanian, sekaligus memenuhi target swasembada pangan nasional. Pemerintah pusat memberikan bantuan setelah Lamongan menyusun rencana aksi menghadapi potensi musim kering dan perubahan cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi produksi pertanian.
"Irigasi perpompaan maupun perpipaan ini dalam beberapa saat lagi langsung kita pasang di lapangan. Terutama di daerah-daerah yang selama ini bergantung pada curah hujan," ujarnya.
Menurut Pak Yes, infrastruktur irigasi menjadi prioritas utama karena berperan penting menjaga ketersediaan air saat musim kemarau. Seluruh bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan akan segera dipasang di wilayah yang rawan kekurangan air, khususnya kawasan pertanian tadah hujan.
Lamongan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dari luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare, petani Lamongan pada tahun lalu mampu mencatatkan luas panen akumulatif hingga 193 ribu hektare.
Capaian tersebut mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,64 menjadi 2,1. Namun pada 2026, tantangan yang dihadapi semakin besar karena target Luas Tambah Tanam (LTT) meningkat menjadi 233.384 hektare.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Lamongan menyiapkan sejumlah langkah mulai dari penguatan sarana irigasi, percepatan masa tanam, penggunaan benih unggul, pemupukan serentak, pengendalian hama, hingga memastikan distribusi pupuk berjalan lancar.
"Kalau panen masih dilakukan secara tradisional, kehilangan hasil panen bisa mencapai sekitar 10%. Karena itu, kita terus bergerak menggunakan teknologi pertanian yang lebih modern," jelasnya.
Selain itu, modernisasi pertanian juga terus didorong guna menekan kehilangan hasil panen. Salah satunya melalui penggunaan combine harvester yang dinilai lebih efisien dibandingkan metode panen manual.
"Kita terus bertransformasi menuju pertanian modern. Harapannya hasil panen semakin meningkat, kesejahteraan petani bertambah, nilai tukar petani lebih tinggi, dan manfaat sektor pertanian semakin dirasakan masyarakat," pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Lamongan berupaya menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan musim kering, sambil meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui teknologi modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
Meksiko vs Afrika Selatan Pembuka Piala Dunia 2026 di Azteca
Tulungagung Siapkan Rp45 Miliar Pilkades 2027 Di 243 Desa
PTBSI Adakan Pelatihan UMKM 20 Perempuan di Banyuwangi
Indonesia Kalah 0‑1 di Semi AFF U‑19, Australia Ke Final
Berita Terbaru
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
Piala Dunia 2026: Belanda Siap Menjadi Juara di Format Baru
Jadwal Puasa Sunnah Muharram 1448: Asyura, Tasu'a & Lainnya
Bandung Jewellery Fair 2026 Menarik Pecinta Perhiasan
Meksiko vs Afrika Selatan Pembuka Piala Dunia 2026 di Azteca
