Bus Trans Sulsel Tarif Baru: Rp4.600 Umum, Rp2.000 Khusus
Gambar atau konten salah?
Mulai bulan April 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan akan menerapkan tarif layanan Bus Trans sebesar Rp 4.600 bagi penumpang umum. Pemerintah provinsi menyiapkan tarif khusus bagi kelompok tertentu, yakni Rp 2.000, yang mulai berlaku pada 1 April 2026.
Menurut Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sulsel, Setiawan, tarif tersebut diatur melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur. Ia menjelaskan, “Rp 4.600 tarifnya sesuai dengan SK tarif Gubernur. Kemudian ada tarif khusus itu Rp 2.000 dan mulai berlaku 1 April 2026.”
Tarif khusus ditujukan untuk pelajar/mahasiswa, lansia di atas 60 tahun, dan penyandang disabilitas. Untuk mendapat tarif ini, pemohon harus mendaftar melalui situs damri.trans.my.id/ecard/registration_sulsel. Prosesnya melibatkan pengisian data diri dan pendaftaran satu kartu pembayaran.
Setiawan menambahkan, Dishub Sulsel akan memverifikasi data dalam waktu maksimal 7 hari kerja. Selama proses, pemohon dapat memantau status pengajuan lewat situs tersebut. Jika mengalami kendala, pemohon dapat menghubungi Dishub Sulsel di 082282363729 melalui pesan atau telepon. Petugas akan mengarahkan pemohon ke kantor Dishub Sulsel, Damri, Mall Panakkukang Square, atau posko di Universitas Hasanuddin untuk pendaftaran dan verifikasi.
Semua pembayaran akan dilakukan secara non-tunai atau cashless. Penumpang dapat menggunakan kartu elektronik seperti e‑Money, Flazz, Brizzi, dan TapCash, atau QRIS melalui aplikasi Trans Sulsel. Sistem pembayaran elektronik dipilih untuk memudahkan pengguna dan mengurangi potensi kecurangan.
Setiawan menjelaskan, “Itu untuk meminimalisir saja kecurangan-kecurangan yang terjadi. Kalau misalnya sistem cashless kan sudah langsung otomatis terbaca di sistem.”
Ia juga menegaskan bahwa penerapan tarif Bus Trans Sulsel bukan semata untuk menambah biaya penumpang, melainkan untuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pendapatan tersebut akan dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai program pemerintah yang menyentuh kebutuhan masyarakat. “Jadi uang itu (akan) kembali ke masyarakat untuk dilakukan kegiatan program lagi yang mungkin langsung bersentuhan sama masyarakat,” tambah Setiawan.
Dengan tarif baru dan sistem pembayaran yang terintegrasi, Bus Trans Sulsel berupaya meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat aliran pendapatan daerah. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling membutuhkan tarif terjangkau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
