Cairan Vagina Kuning Bau, Perlu ke Dokter?

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 32 dibaca
Bisik.id
Cairan Vagina Kuning Bau, Perlu ke Dokter?

Gambar atau konten salah?

Seorang pembaca berusia 36 tahun melaporkan keluarnya cairan kuning pekat dari vagina saat berhubungan intim, disertai bau tidak sedap yang bahkan meninggalkan bekas pada pakaian dalam. Ia menyebutkan telah mencoba membersihkan area intim dengan air rebusan daun sirih, namun tidak membuahkan hasil. Pembaca tersebut menanyakan apakah kondisi ini merupakan gejala dari penyakit serius, serta bagaimana pemeriksaan dan penanganannya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Mario Krishna, SpOG, menjelaskan bahwa keluarnya cairan atau lendir saat berhubungan intim atau selama masa subur adalah kondisi normal. Cairan ini berfungsi melumasi vagina agar penetrasi penis lebih mudah dan membantu pergerakan sperma menuju sel telur.

Untuk kondisi normal ini, kebersihan area intim harus tetap dijaga. Disarankan untuk rutin ke toilet guna membersihkan area intim dengan air bersih dan memastikan area tersebut kering sempurna agar tidak lembap.

Dalam aktivitas sehari-hari, beberapa hal perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan area intim:

  • Hindari penggunaan pakaian dalam dan celana yang terlalu ketat.
  • Ganti pakaian dalam secara rutin jika sudah terasa lembap.
  • Sebaiknya tidak menggunakan pembalut tipis harian atau pantyliners secara berlebihan.

Cara membersihkan area intim juga krusial. Pembasuhan harus dilakukan dari arah depan menuju ke arah belakang (anus). Tidak dianjurkan untuk melakukan pembasuhan berulang dari arah depan setelah membersihkan area anus.

Penggunaan air rebusan daun sirih atau ramuan lain untuk membersihkan area intim tidak disarankan oleh dokter.

Jika keluhan cairan abnormal tersebut tidak membaik setelah menerapkan perawatan dan kebersihan yang tepat, konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi sangat dianjurkan untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Terkait penanganan medis lebih lanjut (yang mungkin tidak terkait langsung dengan kasus cairan vagina, namun disebutkan dalam konteks penanganan luka), dokter menyebutkan prosedur pengeringan dan penutupan luka, serta penggantian balutan dilakukan 1-2 kali sehari. Selain itu, diperhatikan pula asupan nutrisi, dengan anjuran diet ekstra protein untuk mendukung penyembuhan optimal.

dr Mario Krishna, SpOG, merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Pembaca yang memiliki pertanyaan kesehatan dapat mengirimkan pertanyaan disertai nama, usia, dan jenis kelamin. Kerahasiaan identitas penanya akan dijamin.

cairan vaginainfeksikebersihan intimginekologikonsultasi dokterlendirpenanganan

Komentar

Memuat komentar...