Calon Jemaah Haji Cimahi Akhirnya Berangkat ke Arab Saudi

Jaka M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Calon Jemaah Haji Cimahi Akhirnya Berangkat ke Arab Saudi

Gambar atau konten salah?

Setelah menunggu lebih dari satu dekade, para calon jemaah haji asal Cimahi akhirnya dapat melangkah menuju tanah suci. Pada 26 April 2026, mereka berbaris di Gedung S. Parman, Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) di Jalan H.M.S. Mintaredja, Baros, Kota Cimahi. Di dalam gedung, para calon duduk tenang, menunggu giliran. Di luar, keluarga menunggu setia, menahan napas. Saat waktu keberangkatan tiba, air mata tak lagi dapat dihalangi. Pelukan hangat menandai perpisahan, sebelum mereka menempuh perjalanan ke Embarkasi Kertajati untuk menuju Arab Saudi.

Di antara ratusan calon jemaah haji yang mayoritas berusia lanjut, ada beberapa wajah muda yang menonjol. Salah satunya adalah Alifiya Nur Syabani, seorang wanita 20 tahun yang berasal dari Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Ia masih mahasiswa semester empat di salah satu kampus di Kota Bandung, dan kali ini ia menemani ibunya berangkat haji setelah ayahnya meninggal pada 2024.

“Alhamdulillah bisa menemani ibu berangkat haji, kebetulan saya menggantikan ayah yang meninggal tahun 2024 kemarin,” kata Alifiya saat ditemui, 26 April 2026. Perasaannya campur aduk, antara bahagia dan sedih. Penantian panjang kedua orangtuanya selama 12 tahun akhirnya berujung pada momen ini.

“Mama sama ayah saya daftar dari tahun 2014, qadarullah meninggal sebelum berangkat. Pastinya perasaan saga campur aduk ya, enggak nyangka banget bisa berangkat haji sama mama tapi ayah saya meninggal,” tambah Alifiya. Ia menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari administrasi hingga kondisi kesehatan. Ia juga belum pernah mendengar bagaimana kondisi di Tanah Suci.

“Persiapan ya olahraga ringan, terus cek kesehatan. Kita enggak tahu kan medan di sana seperti apa, pokoknya ikuti arahan petugas selama ibadah disana,” ujarnya. Keberanian dan tekad Alifiya terlihat jelas, meski ia masih muda namun sudah menanggung beban tanggung jawab besar.

Di sisi lain, pasangan lansia asal Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, juga bersiap. Erniyati berusia 65 tahun dan suaminya Mashur berusia 69 tahun. Mereka akhirnya dapat memenuhi undangan Sang Pencipta setelah menunggu sejak 2014.

“Alhamdulillah saya bisa berangkat tahun ini, setelah menunggu dari tahun 2014. Saya berangkat haji sama suami,” kata Erniyati. Ia mempersiapkan obat-obatan untuk penyakit kolesterol yang ia alami, serta obat khusus untuk suaminya yang kondisi kesehatannya tidak stabil.

“Suami kebetulan agak khusus kesehatan jiwanya, enggak boleh stres. Jadi harus kita ajak yang bahagia terus, kalau enggak ya nanti bisa kumat. Tapi saya bawa obatnya, Insyaallah ibadahnya lancar,” jelas Erniyati.

Setelah semua persiapan selesai, rombongan calon jemaah haji masuk ke setiap bus sesuai arahan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, kemudian melepas keberangkatan 11 bus menuju Embarkasi Kertajati.

“Hari ini Pemerintah Kota Cimahi melepas keberangkatan kloter 7, berisi 441 calon jemaah haji menuju Embarkasi Kertajati dengan kuota keseluruhan 575 calhaj. Sisanya akan diberangkatkan tanggal 7 Mei 2026 mendatang,” kata Ngatiyana. Ia meminta PPIH untuk benar-benar memperhatikan dan melayani calhaj, terutama mereka yang sudah lansia dan memerlukan perlakuan khusus sebaik mungkin.

“Silakan untuk teman-teman PPIH, layani calhaj kita sebaik mungkin. Semoga mereka yang berangkat ke tanah suci, selamat dan lancar ibadahnya. Kemudian kembali lagi ke Cimahi dalam keadaan selamat dan utuh,” tambah Ngatiyana.

Dengan keberangkatan ini, Cimahi menyaksikan perjuangan panjang yang akhirnya terwujud. Dari penantian 12 tahun hingga persiapan fisik dan mental, para calon jemaah haji menunjukkan tekad dan kepercayaan pada takdir. Perjalanan ini menegaskan kembali pentingnya dukungan komunitas dan lembaga dalam mewujudkan ibadah bagi mereka yang berhak.

Jemaah Haji CimahiEmbarkasi KertajatiAlifiya Nur SyabaniPPIHWali Kota NgatiyanaPusat Pendidikan Polisi MiliterPenantian 12 tahun

Komentar

Memuat komentar...