CFN Palembang Sukses Uji Coba, Perbaikan Parkir & PKL
Gambar atau konten salah?
Car Free Night (CFN) di kawasan sepanjang Jalan Atmo di Palembang sudah diuji coba. Pemerintah Kota Palembang menilai uji coba berjalan sukses, namun masih ada catatan yang harus diperbaiki.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Palembang sekaligus Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan bahwa pelaksanaan CFN berlangsung lancar. Namun, masih ada kendala teknis yang perlu dibenahi. “Kemarin kita lakukan uji coba Car Free Night yang secara umum itu sukses. Walaupun di sana-sini ada yang harus kita evaluasi,” ujarnya pada Senin, 13 April 2026.
Isnaini menjelaskan beberapa masalah yang muncul. Pertama, pengaturan parkir masih belum optimal. Kedua, pedagang kaki lima (PKL) belum tertib. Ketiga, keterbatasan personel di titik pengalihan arus lalu lintas menjadi sorotan. “Saya juga minta evaluasi untuk kepala dinas‑dinas terkait agar lebih diperkuat lagi, mulai dari kesiapan data acara, susunan kegiatan, hingga aspek pengamanannya. Ini penting supaya pelaksanaan ke depan bisa lebih matang dan terkoordinasi dengan baik,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa koordinasi lintas OPD menjadi kunci agar CFN berikutnya dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak turut membantu pelaksanaan CFN Palembang.
Di antara dukungan tersebut, Balai LRT akan memperpanjang jam operasional hingga pukul 23.00 WIB setiap malam Minggu. Sebelumnya, LRT hanya beroperasi hingga sekitar pukul 20.30 WIB. “Balai LRT memberikan dukungan luar biasa. Khusus malam Minggu sejak diluncurkan, LRT akan beroperasi sampai jam 11 malam. Ini diharapkan bisa mengurangi masyarakat yang membawa kendaraan pribadi, sehingga menekan parkir dan kemacetan,” ujarnya pada Senin, 13 April 2026.
Selain transportasi, Pemerintah Kota juga menaruh perhatian pada aspek pengamanan dan kenyamanan. Dinas Komunikasi dan Informatika diminta menambah CCTV di sejumlah titik strategis serta memperkuat sistem informasi publik melalui pengumuman (woro‑woro). Menurut Isnaini, pengumuman tersebut penting untuk mengatur alur aktivitas, baik saat penutupan kawasan pada pukul 17.00 WIB maupun pembukaan kembali pukul 23.00 WIB. “Setengah jam sebelum dibuka kembali, harus ada pengumuman agar para pelaku usaha dan komunitas bisa bersiap merapikan atau membongkar tenda. Ini penting agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa fasilitas pendukung terus ditingkatkan. Dinas Perkimtan telah menambah lampu estetik dan lampu hias di sejumlah titik. Namun, masih ada beberapa area yang dinilai gelap, terutama di bagian ujung kawasan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengapresiasi semua pihak yang terlibat, mulai dari Forkopimda hingga instansi terkait, atas terselenggaranya CFN yang relatif aman dan tertib. “Saya ingin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih, karena uji coba Car Free Night berlangsung relatif aman, tertib, dan lancar,” katanya.
Walaupun demikian, Ratu Dewa menegaskan beberapa hal yang menjadi perhatian. Aspek rekayasa lalu lintas dan manajemen parkir menjadi fokus evaluasi. Ia menilai pengalihan arus kendaraan sudah berjalan cukup baik, namun perlu ditunjang dengan ketersediaan kantong parkir yang memadai. Ia juga meminta Dinas Perhubungan menertibkan juru parkir liar serta memastikan seluruh petugas parkir menggunakan atribut resmi. “Jangan ada jukir ilegal, jangan ada yang menaikkan tarif parkir. Semua harus sesuai aturan,” katanya.
Ratu Dewa turut menyoroti pentingnya sosialisasi terkait penutupan jalan dan jalur alternatif agar masyarakat tidak kebingungan dan meminimalisir kemacetan di titik tertentu. Dengan berbagai evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Palembang berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh agar pelaksanaan CFN ke depan semakin optimal, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Ia juga mengajak pelaku usaha dan pemilik toko di sepanjang kawasan CFN untuk ikut berpartisipasi dengan memasang lampu hias dan memperpanjang jam operasional. “Kita harapkan toko‑toko bisa buka sampai malam. Seperti di kota lain yang CFN‑nya sukses, suasana akan lebih hidup dan terang. Ini juga bisa mendorong aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana dan Mutiara Helia, peserta Program Magang Hub Bersertifikat dari Kemnaker.
Uji coba CFN di Palembang menunjukkan bahwa meski sudah berhasil, masih ada ruang untuk perbaikan. Fokus utama adalah pengaturan parkir, penegakan aturan bagi pedagang kaki lima, dan peningkatan keamanan melalui CCTV serta pengumuman yang tepat waktu. Dukungan LRT malam Minggu dan lampu hias tambahan juga menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga. Dengan evaluasi terus menerus, diharapkan CFN di Palembang dapat menjadi contoh bagi kota lain yang ingin mengimplementasikan konsep serupa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
