Chef Edwin Lau Ungkap Manfaat Kukus Telur Untuk Kulit

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Chef Edwin Lau Ungkap Manfaat Kukus Telur Untuk Kulit

Gambar atau konten salah?

Telur sering dianggap sumber protein utama bagi banyak orang. Namun, cara mengolahnya dapat memengaruhi bagaimana nutrisi terserap tubuh. Chef Edwin Lau, seorang praktisi kebugaran yang telah berkarier selama tiga dekade, mengungkapkan cara mengolah telur yang lebih sehat melalui akun Instagramnya.

Selama 30 tahun terakhir, Edwin telah mengonsumsi lebih dari 100 ribu butir telur ayam. Ia pernah menulis di Instagram pada 18 April 2023, “Dulunya telur saya goreng, diceplok, atau didadar, alhasil bisul dan jerawatan,” ujarnya. Menurutnya, masalah kulit tersebut hilang begitu saja setelah ia mengganti metode memasak.

Edwin kini lebih memilih mengukus telur. Ia menjelaskan, “Ini bukan kebetulan, bukan keberuntungan, it’s actually science,” sambil menekankan bahwa steaming atau kukus adalah cara paling lembut untuk memasak. Metode ini menjaga nutrisi makanan tetap utuh dan tidak menambah kalori dari minyak.

Perbandingan antara kukus, merebus, dan menggoreng juga menjadi fokus pembicaraan. Saat telur direbus, kontak langsung dengan air mendidih dapat meluruhkan vitamin dan merusak antioksidan. Sementara menggoreng dapat meningkatkan suhu dua kali lipat dibanding kukus, sehingga antioksidan alami cepat hancur. Proses ini juga mengubah polimer lemak menjadi toksik akibat stres oksidatif, merusak membran sel, dan memicu kematian sel. “Makanya salah satu respons tubuh adalah bisul,” tambah Edwin, menyoroti bahwa minyak goreng dapat berubah menjadi lemak trans, yang berkontribusi pada jerawat.

Selain itu, Edwin menegaskan bahwa kolesterol tidak menjadi masalah utama jika telur dimasak tanpa minyak atau dengan durasi singkat. Faktor yang memengaruhi kolesterol jahat adalah jenis minyak, durasi memasak, bumbu, dan padanan makanan.

Berikut ini beberapa langkah yang dia sarankan untuk mengukus telur agar tetap sehat dan tahan lama:

  1. Pilih telur ayam yang bagus: Cangkang tebal, mulus tanpa bercak hitam, warna cokelat agak gelap, bentuk oval normal, dan lulus uji apung.
  2. Siapkan kukusan besar: Panaskan api, tutup panci.
  3. Cuci bersih telur: Tempatkan di kukusan, tutup panci, kukus selama 15 menit. Durasi 12 menit cukup, namun 15 menit memastikan bakteri mati dan telur matang sempurna.
  4. Siapkan wadah stainless atau kaca: Isi dengan air mineral dingin atau tambahkan es batu.
  5. Setelah matang: Celupkan telur ke dalam wadah berisi air dingin.
  6. Simpan di kulkas: Tempatkan wadah berisi telur ke dalam chiller suhu 4–6 derajat Celsius. Dengan teknik ini, telur dapat bertahan lebih dari 7 hari asalkan suhu kulkas stabil.
  7. Penggunaan: Kupas telur, makan dingin atau masak lagi bersama saus atau lauk lainnya.
  8. Jumlah konsumsi: Pada hari latihan, pagi hari makan 4–5 butir, siang 2–3 butir, dan malam 2–3 butir. Pada hari nonolahraga, biasanya 5 butir telur kukus setiap hari.

Edwin menekankan bahwa metode kukus tidak hanya menjaga nutrisi, tetapi juga membantu mengurangi risiko kulit bermasalah. Dengan memanfaatkan teknik ini, para penggemar telur dapat menikmati protein berkualitas tanpa khawatir akan efek samping kulit.

Praktik sederhana ini menunjukkan bahwa cara memasak dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara signifikan. Menurut Edwin, menjaga suhu dan metode memasak yang tepat adalah kunci untuk memaksimalkan manfaat telur tanpa menambah risiko kulit. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, siapa pun dapat menikmati telur sehat, baik di pagi, siang, maupun malam hari, tanpa harus khawatir tentang kolesterol atau jerawat.

telur kukusproteinantioksidankolesteroljerawatminyak gorengkebugaran

Komentar

Memuat komentar...