Cimahi Rencana Underpass Gatot Subroto Dana Rp36 Miliar
Gambar atau konten salah?
Gubernur Kota Cimahi mengumumkan alokasi dana sebesar Rp36 miliar untuk membebaskan lahan guna pembangunan Underpass Gatot Subroto. Rencana ini bertujuan mengurangi kemacetan di wilayah tersebut.
Wali Kota, Ngatiyana, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi lahan seluas 3.000 meter persegi yang terletak di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Baros, melewati perlintasan sebidang kereta api. Ia menegaskan, “Cimahi bertanggungjawab untuk pembebasan lahan di sekitaran lokasi itu (underpass) saja. Jadi lahannya sekitar 3.000 meter yang terdampak, ada yang punya TNI, kemudian ada kantor pos, kantor PT Telkom, Mess Kodiklat, semua dialokasikan segitu.”
Menurut Ngatiyana, tanggung jawab pembangunan Underpass Gatot Subroto sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena Jalan Gatot Subroto dan Jalan Baros merupakan properti provinsi. Ia menambahkan, “Sekarang kita sedang menunggu lelang, karena nanti yang membangun itu dari provinsi. Kalau kita hanya untuk pembebasan lahannya saja, mudah-mudahan di bulan Mei atau Juni sudah bisa dilaksanakan fisiknya.”
Selama konstruksi, tim akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas. Skema tersebut sudah disiapkan oleh kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi. Ngatiyana menyatakan, “Kita sudah siapkan semuanya, komunikasi dengan Kodam, Provinsi Jawa Barat, sampai Mabes AD terus dijalin. Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan.”
Maria Fitriana, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, menegaskan bahwa Underpass Gatot Subroto akan melengkapi keberadaan Underpass Sriwijaya yang telah dibangun beberapa tahun sebelumnya. Ia berharap, “Pastinya di awal 1 Maret 2026, mudah-mudahan 1 Maret itu sudah mulai pengerjaan fisiknya.”
Proyek ini sepenuhnya dikerjakan dan didanai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan diprediksi berlangsung selama 10 bulan hingga Desember 2026, dengan anggaran sebesar Rp100 miliar. Maria menegaskan, “Targetnya itu provinsi selesai pengerjaan di Desember 2026, sekitar 10 bulan. Semua anggaran itu dari sana, kita hanya pembebasan lahan.”
Dengan alokasi dana dan koordinasi lintas lembaga, proyek ini diharapkan dapat mempermudah arus lalu lintas di kawasan strategis, sekaligus menambah infrastruktur transportasi di kota Cimahi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
