Cimahi Siap Tanggulangi Kekeringan Air Bersih 312 RW
Gambar atau konten salah?
Di kota Cimahi, musim kemarau panjang tahun ini menimbulkan ancaman kekeringan dan krisis air bersih. Pemetaan risiko yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan bahwa potensi bencana ini merata di semua kelurahan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi. Ia menegaskan bahwa setidaknya 312 RW diprediksi akan mengalami kekeringan pada musim kemarau mendatang.
“Kalau melihat dari potensinya, semua kelurahan di Kota Cimahi ini terancam kekeringan dan krisis air bersih, artinya merata, dan puncaknya di bulan Agustus sampai Oktober 2026 nanti,” kata Fithriandy saat ditemui, Selasa, 02 Juni 2026.
Fithriandy mengutip dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang mencatat bahwa dua tahun lalu, kekeringan terparah terjadi di Cimahi bagian selatan, mulai dari Kelurahan Melong, Utama, hingga Leuwigajah. Ia menambahkan, “Kekeringan terparah yang kita catat itu dua tahun lalu, dampak yang ditimbulkan sama. Kemudian paling parah ada di daerah selatan, memang karena warga mengandalkan air PDAM dan sebagian air tanah.”
Menurutnya, krisis air bersih di kota ini dipicu oleh penyusutan ketersediaan air tanah dan penurunan muka air sumur. Kondisi ini membuat pasokan air pada musim kemarau nanti akan mengalami gangguan serius. “Jadi kekeringannya itu disebabkan sumber air di sumur mengalami penurunan. Karena di sana mayoritas sumber airnya itu dari sumur ditambah kan berebut dengan industri air tanahnya juga,” ujarnya.
BPBD Kota Cimahi telah menyiapkan skema mitigasi. Bila ada laporan warga, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta Perumda Tirta Raharja untuk menyuplai air bersih. “Akan ada operasi sesuai kondisi, misalnya apabila ada laporan kekurangan air bersih kita akan koordinasi dengan pihak terkait seperti DPKP untuk memasok air bersih,” tambah Fithriandy.
Dengan koordinasi yang terus berlangsung, pemerintah daerah berharap dapat meminimalisir dampak kekeringan. Namun, kesiapsiagaan warga tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis air bersih yang dihadapi kota Cimahi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz