Cuaca ekstrem menimpa Bengkulu, banjir dan longsor melanda

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Cuaca ekstrem menimpa Bengkulu, banjir dan longsor melanda

Gambar atau konten salah?

Cuaca ekstrem menimpa Provinsi Bengkulu pada 07 April 2026, memicu banjir, tanah longsor, dan puting beliung di beberapa wilayah. Hujan lebat menurunkan permukaan air di sungai-sungai, menimbulkan banjir di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Kota Bengkulu. Kondisi paling parah dilaporkan di Kabupaten Lebong, di mana air menenggelamkan rumah dan jalan.

Reaksi cepat datang dari Pemerintah Provinsi. Helmi Hasan, Gubernur Bengkulu, menegaskan perlunya langkah konkret dalam tanggap darurat. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan kesiapan peralatan, terutama perahu karet, yang akan digunakan untuk evakuasi.

Selain itu, Helmi menekankan pentingnya distribusi kebutuhan pokok kepada korban. “Kebutuhan pokok tidak boleh terputus penyalurannya. Selain dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, ataupun pihak lain, sedekah nasi bungkus dari ASN harus dimaksimalkan dan disalurkan kepada para korban,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan bahwa bantuan harus terus mengalir selama masa tanggap darurat.

Helmi juga menyoroti kondisi saluran air di beberapa daerah. “Normalisasi saluran air harus dimaksimalkan, tidak hanya saat terjadi bencana. Jika saluran terjaga, tentu tidak akan terjadi penyumbatan. Faktanya, pemeliharaan drainase sudah lama tidak dilakukan. Memang terjadi efisiensi, namun yang perlu diingat, Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong. Misalnya melalui kegiatan Jumat Bersih, kita membersihkan saluran besar dan kecil,” jelasnya. Ia menyerukan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu segera menindaklanjuti perbaikan infrastruktur.

Di bidang pendidikan, Helmi memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mendata fasilitas pendidikan serta siswa yang terdampak. “Kami harus mengetahui berapa banyak sekolah yang terendam air dan berapa banyak siswa yang kehilangan akses belajar,” tambahnya.

Di sisi lain, Plt Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermanyah, menyampaikan kondisi cuaca ekstrem saat ini. Ia menjelaskan bahwa hujan dapat turun dengan intensitas tinggi, dan saat ini ada lima kabupaten serta kota yang terdampak banjir. “Berdasarkan hasil pantauan BMKG, di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu terjadi hujan sedang hingga lebat. Warga di daerah rawan banjir dan longsor harus lebih waspada bila hujan terjadi, agar tidak menimbulkan korban jiwa bila terjadi bencana,” kata Khristian.

Di Kota Bengkulu, banjir masih berlangsung. Air menenggelamkan rumah warga, merendam jalan, dan menutupi areal perkebunan. Kondisi ini menambah tekanan pada sistem penanggulangan bencana yang sedang beroperasi.

Secara keseluruhan, pemerintah provinsi menegaskan bahwa kesiapan peralatan, distribusi kebutuhan pokok, pemeliharaan saluran air, dan koordinasi antara dinas terkait menjadi kunci dalam menanggulangi bencana ini. Upaya gotong royong dan pemeliharaan infrastruktur diharapkan dapat mencegah banjir lebih parah di masa depan.

Banjir BengkuluTanah LongsorHelmi HasanBPBDSaluran AirKebutuhan PokokGotong RoyongInfrastruktur

Komentar

Memuat komentar...