Damkar Evakuasi Lebih dari 15.000 Kelelawar di Tasikmalaya

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Damkar Evakuasi Lebih dari 15.000 Kelelawar di Tasikmalaya

Gambar atau konten salah?

Tasikmalaya, 14 April 2026 – Enung, seorang warga di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengabarkan bahwa rumahnya, yang sudah lama tidak dihuni, menjadi sarang bagi belasan ribu kelelawar. “Aduh banyak pisan kelelawarnya. Saya minta bantuan Damkar,” ujar Enung ketika melaporkan kejadian.

Setelah menerima kabar tersebut, petugas UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya segera menyiapkan satu regu. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu lebih dari dua jam. Regu tersebut ditugaskan khusus untuk mengevakuasi kawanan kelelawar yang mengganggu warga.

Komandan Regu Damkar, Aam, menjelaskan: “Kami menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi. Kami bawa alat jaring.” Ia menambahkan bahwa petugas awalnya hanya menyiapkan jaring, tanpa mengetahui jumlah kelelawar yang sangat banyak.

Aam menyatakan, “Awalnya pemilik rumah hanya melaporkan adanya kelelawar yang bersarang di atap. Namun, pemilik tidak merinci bahwa kawanan kelelawar tersebut berjumlah sangat banyak. Kami hanya bawa jaring. Gak tahu kondisi kelelawar ada banyak. Bisa di atas 15 ribu itu. Muluk pokonya banyak,” kata Aam.

Rumah yang sudah lama ditinggalkan memiliki struktur atap yang lembap dan kosong. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi kelelawar untuk membentuk koloni besar. Kawanan kelelawar bergelantungan, memenuhi kayu penopang genting hingga plafon rumah.

Aam menjelaskan, “Ya karena lembap dan memang gampang masuknya ada lobang.”

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar empat jam. Awalnya petugas mencoba menggunakan jaring, namun metode tersebut tidak efektif karena jumlah kelelawar yang sangat banyak. Petugas kemudian mengubah strategi dengan teknik pengasapan.

“Kami akhirnya lakukan pengasapan ya. Kemudian eternit dan sebagian genting dibuka. Kelelawar perlahan keluar,” kata Aam.

Engking, Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, menegaskan bahwa pihaknya turun langsung setelah menerima laporan warga. Ia menyatakan mayoritas kelelawar berhasil diusir keluar dari atap rumah. Beberapa di antaranya juga berhasil ditangkap petugas saat proses evakuasi berlangsung.

“Alhamdulillah bisa bantu warga dan kami selesaikan tugasnya dengan baik tanpa merusak,” ujar Engking.

Selama hari itu, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada kelelawar yang tersisa di dalam rumah. Kondisi rumah yang kosong dan lembap dalam waktu lama menjadi faktor utama mengapa kelelawar memilih atap sebagai tempat berkoloni.

Warga diimbau segera melapor jika menemukan satwa liar bersarang dalam jumlah besar di permukiman. Selain mengganggu, kotoran kelelawar juga berpotensi membawa penyakit.

Inspeksi dan evakuasi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar di lingkungan permukiman. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa rumah yang tidak terawat dapat menjadi tempat tinggal bagi hewan yang membawa risiko kesehatan bagi penduduk sekitar.

KelelawarDamkarRumah KosongEvakuasi Satwa LiarPenyakit KotoranKewaspadaan WargaKondisi Lembap

Komentar

Memuat komentar...