Damkar Lepaskan Cincin Emas Pasien Lansia di RSUD Barru

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Damkar Lepaskan Cincin Emas Pasien Lansia di RSUD Barru

Gambar atau konten salah?

RSUD Barru di Barru menjadi saksi kejadian unik ketika seorang pasien wanita lansia, Sakka (60), harus dievakuasi oleh petugas Damkar karena cincin emas di jari manis kirinya terjebak. Ring tersebut tidak bisa dilepas karena jari korban membengkak dan melepuh akibat terkena minyak goreng panas saat sedang memasak.

Insiden ini terjadi pada 05 April 2026, sekitar pukul 10.00 Wita, di ruang IGD rumah sakit. Pihak rumah sakit tidak dapat memutuskan cincin tersebut karena luka bakar yang parah, sehingga memanggil layanan darurat 112 untuk meminta bantuan Damkar.

“Laporannya tadi sekitar jam 10.00 Wita dari pihak rumah sakit melalui call center 112. Ada pasien yang cincinnya tidak bisa lepas karena jarinya membengkak,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Barru, Wirman Firdaus, Minggu (5/4/2026).

Wirman menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban sedang memasak. Wajan terlalu panas memicu panik, sehingga tangan korban terkena tumpahan minyak goreng panas. Akibatnya, tangan melepuh, membengkak, dan cincin emas di jari manis kirinya terjepit. “Kebetulan ibunya lagi masak, wajannya terlalu panas. Mungkin karena panik mau mematikan api, tangannya terkena tumpahan minyak goreng panas. Akibatnya tangan melepuh dan membengkak, sehingga cincin emas di jari manis sebelah kirinya terjepit dan tidak bisa keluar,” jelas Wirman.

Menanggapi permintaan bantuan, Wirman segera mengerahkan tiga personel ke lokasi. Mereka menggunakan gerinda mini untuk memotong cincin secara perlahan, agar tidak memperparah luka bakar. “Kita langsung melakukan penanganan di ruang IGD rumah sakit. Ada 3 personel yang kami turunkan,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Petugas harus bekerja ekstra hati‑hati karena kulit di sekitar cincin sudah luka bakar serius. “Proses evakuasi memakan waktu sekitar 10 sampai 15 menit. Sistemnya jari diganjal dulu sebagai proteksi baru kemudian dipotong pakai gerinda mini supaya tidak terkena daging atau lukanya,” tuturnya.

Hasilnya, cincin berhasil dilepaskan tanpa kendala. “Alhamdulillah, tidak ada kendala dan cincin berhasil dilepaskan. Kita sudah potong dan lepas cincinnya. Untuk proses perawatan luka bakarnya, itu diserahkan ke dokter,” katanya. Dokter kemudian menanganinya luka bakar yang parah.

Wirman mengimbau masyarakat untuk selalu waspada di dapur. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan layanan darurat. “Silakan hubungi call center 112, kami siaga 24 jam untuk segala jenis laporan gangguan atau evakuasi darurat, pasti langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan peralatan khusus dalam menangani luka bakar yang mengakibatkan cincin terjebak. Penanganan cepat dan penggunaan gerinda mini memungkinkan cincin dilepaskan tanpa memperburuk luka, sekaligus menunjukkan efektivitas koordinasi antara rumah sakit dan petugas Damkar.

RSUD Barrucincin emas terjebakluka bakar minyak gorengevakuasi Damkargerinda minilayanan darurat 112koordinasi rumah sakit

Komentar

Memuat komentar...