Damkar Ponorogo Potong Cincin Kelamin Pria Berusia 32 Tahun

Fajar H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Damkar Ponorogo Potong Cincin Kelamin Pria Berusia 32 Tahun

Gambar atau konten salah?

Di kota Ponorogo, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan tindakan yang jarang terjadi. Mereka membantu seorang pria berusia 32 tahun yang mengalami masalah dengan cincin yang terpasang di kelamin.

Awalnya, pria tersebut datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono untuk meminta bantuan. Karena situasinya sulit, rumah sakit memutuskan menghubungi Damkar. Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan prosesnya.

“Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar,” kata Bambang pada hari Sabtu, 27 Maret 2026.

Cincin yang harus dilepas tidak biasa. Ia terbuat dari bahan tebal dan terpasang di area yang sangat sensitif. Hal ini menambah tingkat risiko dan memerlukan kehati-hatian ekstra.

“Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya. Waktu tersebut mencakup persiapan alat, penilaian kondisi, dan pelaksanaan pemotongan.

Tim Damkar harus memotong cincin di dua titik. Ini berbeda dengan penanganan biasa yang hanya memerlukan satu titik pemotongan.

“Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” jelas Bambang. Dua titik pemotongan memungkinkan cincin terpisah tanpa merusak kulit di sekitarnya.

Selama proses, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien. Area kelamin memiliki banyak saraf penting, sehingga setiap gerakan harus sangat hati-hati.

“Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” tambah Bambang. Mereka menggunakan alat khusus dan teknik yang lembut untuk menghindari cedera.

Kasus ini menjadi pengalaman baru bagi Damkar Ponorogo. Biasanya, mereka menangani pelepasan cincin di jari, bukan di kemaluan.

“Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami,” ungkap Bambang. Penanganan di area sensitif memerlukan keahlian tambahan.

Damkar Ponorogo pernah menangani kasus serupa. Mereka pernah membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria. Pengalaman tersebut memberi mereka dasar untuk menghadapi situasi ini.

Adapun alasan mengapa cincin dipasang, Bambang tidak dapat memastikan. Namun, berdasarkan informasi awal, cincin tersebut mungkin sudah dipasang sejak lama.

“Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail,” pungkasnya. Tanpa data lengkap, mereka hanya dapat menilai kondisi saat ini.

Setelah proses pemotongan dan pengeluaran cincin, pasien dapat bergerak kembali tanpa rasa sakit. Tim Damkar menyelesaikan tugasnya dengan aman.

Keberhasilan ini menandai pencapaian penting bagi petugas. Mereka menunjukkan kemampuan adaptasi dalam situasi yang tidak biasa, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan dan keahlian dalam layanan darurat.

Damkar Ponorogopencabutan cincin kelaminpenanganan daruratalat pemotongankeahlian medispengalaman baru

Komentar

Memuat komentar...