Damkar Ponorogo Potong Cincin Kelamin Pria Berusia 32 Tahun
Gambar atau konten salah?
Di kota Ponorogo, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) melakukan tindakan yang jarang terjadi. Mereka membantu seorang pria berusia 32 tahun yang mengalami masalah dengan cincin yang terpasang di kelamin.
Awalnya, pria tersebut datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Harjono untuk meminta bantuan. Karena situasinya sulit, rumah sakit memutuskan menghubungi Damkar. Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, menjelaskan prosesnya.
“Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar,” kata Bambang pada hari Sabtu, 27 Maret 2026.
Cincin yang harus dilepas tidak biasa. Ia terbuat dari bahan tebal dan terpasang di area yang sangat sensitif. Hal ini menambah tingkat risiko dan memerlukan kehati-hatian ekstra.
“Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati,” ujarnya. Waktu tersebut mencakup persiapan alat, penilaian kondisi, dan pelaksanaan pemotongan.
Tim Damkar harus memotong cincin di dua titik. Ini berbeda dengan penanganan biasa yang hanya memerlukan satu titik pemotongan.
“Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal,” jelas Bambang. Dua titik pemotongan memungkinkan cincin terpisah tanpa merusak kulit di sekitarnya.
Selama proses, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien. Area kelamin memiliki banyak saraf penting, sehingga setiap gerakan harus sangat hati-hati.
“Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai,” tambah Bambang. Mereka menggunakan alat khusus dan teknik yang lembut untuk menghindari cedera.
Kasus ini menjadi pengalaman baru bagi Damkar Ponorogo. Biasanya, mereka menangani pelepasan cincin di jari, bukan di kemaluan.
“Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami,” ungkap Bambang. Penanganan di area sensitif memerlukan keahlian tambahan.
Damkar Ponorogo pernah menangani kasus serupa. Mereka pernah membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria. Pengalaman tersebut memberi mereka dasar untuk menghadapi situasi ini.
Adapun alasan mengapa cincin dipasang, Bambang tidak dapat memastikan. Namun, berdasarkan informasi awal, cincin tersebut mungkin sudah dipasang sejak lama.
“Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail,” pungkasnya. Tanpa data lengkap, mereka hanya dapat menilai kondisi saat ini.
Setelah proses pemotongan dan pengeluaran cincin, pasien dapat bergerak kembali tanpa rasa sakit. Tim Damkar menyelesaikan tugasnya dengan aman.
Keberhasilan ini menandai pencapaian penting bagi petugas. Mereka menunjukkan kemampuan adaptasi dalam situasi yang tidak biasa, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan dan keahlian dalam layanan darurat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
