Damkar Samarinda Tanggapi Pria Pasung di Posko, 22 Maret

Dedi S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Damkar Samarinda Tanggapi Pria Pasung di Posko, 22 Maret

Gambar atau konten salah?

Video yang beredar di media sosial menampilkan petugas Damkar di Posko V Samarinda Seberang yang sedang menanganinya pria yang diduga mengalami kesurupan. Kejadian ini berlangsung pada 22 Maret 2026, hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah, di kota Samarinda, Kalimantan.

Di dalam rekaman, terlihat Regu 1 baru saja selesai bertugas dan hendak pulang ketika Regu 2 menggantikan mereka. Pada pukul 08.00 Wita, seorang pria yang sering lewat di depan posko mulai menunjukkan perilaku tidak stabil. Petugas berusaha menenangkan situasi sebelum kondisi pria itu kembali tenang.

Menurut Novan, personel Damkar di posko tersebut, pria itu memang sering melewati area posko. Ia mengatakan, “Nah bapak ini memang sering lewat di depan posko. Biasanya hanya mondar-mandir atau sekadar mampir,”.

Hari pertama Lebaran, pria itu datang ke posko untuk silaturahmi. Damkar menawarkan makanan, namun pria itu menolaknya. Keesokan paginya, pada hari kedua Idulfitri, pria itu kembali dan memohon bantuan. Ia mengaku merasa seperti sedang kesurupan.

Novan melaporkan, “Datang Langsung dia merasa, 'Anu Pak, minta tolong Pak ini Pak'. Dia bilang nya. Saya ini merasa kesurupan katanya seperti itu,”. Begitu, pria itu mulai berteriak dan menggerakkan tangan secara tidak terkendali, membuat petugas dan relawan sempat panik.

Walaupun menangani kasus semacam ini bukan tugas utama Damkar, petugas tetap mencoba membantu. Mereka menenangkan korban, membacakan doa, memberi air minum yang telah didoakan, dan meminta pria itu mencuci muka sambil terus diajak berkomunikasi. Proses ini berlangsung cukup lama.

Novan menyebutkan penanganan berlangsung sekitar 1.5 jam hingga kondisi pria itu kembali normal pada pukul 09.30 Wita. Ia menambahkan, “Akhirnya dengan penanganan seperti itu ya syukur alhamdulillah normal ibaratnya seperti itu jadi dan lagi enggak ada lagi yang yang seperti kesurupan,”.

Selama penanganan, petugas meminta pria tersebut beristigfar, namun ia mengaku beragama Kristen. Novan mengutip, “Dia sempat bilang 'Maaf Pak, saya Kristen'. Kami sempat bingung juga, tapi tetap berusaha membantu dengan doa yang kami bisa,”.

Menurut informasi relawan, pria itu pernah bekerja sebagai juru parkir di sekitar kawasan posko. Ia sering datang hanya untuk meminta air minum. Novan menegaskan, “Ia menegaskan, kejadian tersebut merupakan pengalaman pertama bagi petugas damkar di posko tersebut.”

Novan menekankan bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka menangani kejadian seperti ini. Ia menambahkan, “Ini baru pertama kali kami menangani kejadian seperti ini, jadi teman‑teman juga sempat bingung karena bukan tugas damkar,”.

Untuk memastikan kejadian tersebut tidak dirancang sebagai drama, Novan menegaskan, “Itu benar-benar kejadian nyata, bukan gimik atau drama,”.

Video ini menyoroti bagaimana petugas Damkar dapat menanggapi situasi yang tidak terduga dengan tenang, menggunakan doa dan komunikasi sederhana. Masyarakat yang sering mengunjungi posko kini lebih mengetahui bahwa petugas siap membantu, tidak hanya dalam keadaan kebakaran.

Keberhasilan menenangkan pria tersebut menegaskan peran penting petugas dalam menjaga ketenangan komunitas, serta menunjukkan bahwa bantuan darurat tidak terbatas pada kebakaran saja.

DamkarPosko V Samarinda SeberangkesurupanIdulfitriSamarindarelawandoaKristen

Komentar

Memuat komentar...