Dancing Flour: Kafe Baru Jogja Hadir Donat Panggang Sourdough

Jaka M. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Dancing Flour: Kafe Baru Jogja Hadir Donat Panggang Sourdough

Gambar atau konten salah?

Jogja, kota yang sudah terkenal dengan seni, budaya, dan kuliner, kini menambah satu lagi daya tarik: kafe estetik yang menawarkan menu unik. Salah satu tempat yang patut dicoba adalah Dancing Flour, yang terletak di Jl. Demangan Baru No.19, Mrican, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman. Meskipun terlihat kecil dari luar, interiornya cukup luas dan penuh kursi, sehingga pengunjung bisa duduk lama sambil menikmati suasana.

Konsep kafe ini tidak hanya soal dekorasi. Menu yang ditawarkan juga menjadi sorotan utama. Fokus utamanya adalah baked doughnut yang berbeda dari donat tradisional. Daripada digoreng, donat di Dancing Flour dipanggang dan menggunakan adonan sourdough, yang dikenal lebih sehat. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 28.000 per buah.

Ukuran donat di sini cenderung lebih besar, dengan bentuk bulat tidak teratur. Teksturnya menyerupai roti sourdough: lembut, empuk, dan sedikit kempes. Aroma khas adonan sourdough juga terasa, menambah kenikmatan. Bentuknya mirip bagel, namun adonannya tidak setebal bagel.

Berbagai varian baked doughnut tersedia: original, honeycomb, choco callebaut, matcha, serta varian gurih seperti beef and cheese. Setiap varian memiliki cita rasa yang berbeda, namun semuanya menonjolkan rasa manis atau gurih yang pas.

Varian Choco Callebaut (Rp 21.000) menjadi favorit banyak pengunjung. Donat ini dilapisi dengan cokelat callebaut, sehingga terlihat ada lelehan cokelat tidak teratur di permukaan. Rasanya manis dengan sentuhan cokelat ringan, namun di beberapa bagian terasa lebih intens.

Varian Honeycomb (Rp 16.000) menonjolkan rasa manis yang berasal dari madu. Adonannya lebih manis namun tidak berlebihan, sehingga tetap terasa seimbang. Rasa manisnya terasa lembut dan tidak terlalu kuat.

Selain baked doughnut, Dancing Flour juga menyajikan pempek khas Palembang. Menu ini bisa dibeli satuan per variasi atau campur beberapa varian. Pempek yang paling populer adalah Pempek Mix B (Rp 75.000), yang terdiri dari potongan pempek adaan, lenjer, kapal selam, dan kulit, lengkap dengan irisan rimun. Porsi ini cukup besar, cocok bagi 2-3 orang.

Tekstur pempek di sini renyah namun tidak keras, dengan aroma yang tidak amis. Varian kulitnya paling istimewa: tidak alot, renyah, kenyal, dan aromanya bersih. Rasanya manis, gurih, dan sedikit pedas, menambah kelezatan.

Untuk pencinta dessert, ada Medjol Sticky Dates (Rp 27.000). Kue ini berbahan dasar kurma medjol, dilapisi saus karamel dan krim lemon di atasnya. Teksturnya lembut dan sangat lembap. Rasa kurma tidak terlalu dominan; manisnya lebih berasal dari saus karamel, sementara krim lemon menambah sentuhan asam segar.

Minuman juga beragam. Tersedia jus jeruk, kopi, dan matcha. Beberapa pilihan minuman yang dicoba meliputi Matcha Latte (Rp 30.000), Cafe Latte (Rp 27.000), dan Songkit (Rp 25.000). Cafe Latte memiliki rasa kopi pahit dengan sedikit asam, creamy, dan pas bila ditambah gula. Matcha Latte lebih manis, dengan rasa vegetal, dan teksturnya creamy. Songkit, minuman segar, dibuat dari perasan buah songkit asli, berwarna oranye cerah, rasa jeruk manis dan segar, sedikit asam, serta aroma jeruk kuat.

Dengan konsep estetik, suasana nyaman, dan menu yang unik, Dancing Flour menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati kafe di Jogja. Baik penggemar donat, pempek, dessert, maupun minuman, tempat ini menawarkan variasi yang memuaskan. Kunjungi Jl. Demangan Baru No.19 untuk merasakan pengalaman kuliner yang berbeda.

Secara keseluruhan, kafe ini menonjolkan inovasi dalam menu tradisional, seperti donat panggang berbahan sourdough dan pempek Palembang yang disajikan dengan porsi besar. Kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pedas membuatnya menarik bagi penikmat makanan. Selain itu, minuman yang ditawarkan menambah variasi bagi pengunjung yang ingin menyeimbangkan rasa manis dengan segar atau pahit.

Dancing Flourkafe estetik Jogjabaked doughnut sourdoughpempek Palembangmatcha lattekue medjol sticky dateskonsep inovasi menu tradisional

Komentar

Memuat komentar...