Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Musim kemarau mulai terasa di Jawa Timur. Saat ini, sudah ada delapan kabupaten di provinsi ini yang mengumumkan siaga darurat kekeringan.
“SK siaga darurat kekeringan” sudah diterbitkan di semua daerah, dan Trenggalek menjadi kabupaten yang baru saja menerbitkannya, ungkap Gatot Soebroto, kepala BPBD Jatim, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Daerah yang sudah mengeluarkan SK tersebut antara lain: Banyuwangi, Bondowoso, Trenggalek, Pasuruan, Lumajang, Bangkalan, Blitar, dan Lamongan.
Sejauh ini, hanya Bondowoso yang meminta bantuan Pemprov Jatim untuk penyaluran air bersih.
Gatot menjelaskan bahwa di Bondowoso sudah dilakukan droping air bersih sebanyak 22 rit. Setiap rit berisi 5.000 liter, sehingga totalnya 110.000 liter.
Gatot mengakui bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih kering dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Oleh karena itu, BPBD Jatim menyiapkan bantuan air bersih serta tempat penyimpanan untuk daerah yang terdampak. Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami siap mendistribusikan air bersih ke kabupaten‑kota yang membutuhkan.
Kondisi ini menandakan perlunya koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan lembaga terkait untuk memastikan pasokan air tetap terjaga selama musim kemarau panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Berita Terbaru
Embolo Hadapi Visa Darurat, Swiss Siap Piala Dunia 2026 Cepat
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
