Demo Sopir Truk Tutup Jalan Jagir, Lalu Lintas Padat
Gambar atau konten salah?
Di Surabaya, para pengendara masih terjebak di persimpangan Jalan Ngagel menuju Pasar Wonokromo. Penutupan Jalan Jagir akibat demonstrasi sopir truk di depan kantor Pertamina membuat lalu lintas menjadi sangat padat.
Yola, seorang pengendara yang berusaha pulang ke Klampis Malang, mengungkapkan frustrasinya. “Rumah saya di Klampis Malang, saya tadi dari Ketintang mau pulang rumah. Sore tadi sudah kejebak macet, terus saya balik lagi, pas mau pulang ini ternyata belum selesai demonya. Ini kayaknya mau mutar lewat Ngagel aja,” ujar Yola. Ia menambahkan, “Kalau ini selesai semua, ya kami pulang.”
Yola merasa bahwa demo seperti ini akan terus menghambat aktivitas orang-orang. Ia berharap bisa melintasi Jalan Jagir yang menghubungkan Wonokromo dengan Jalan Raya Panjang Jiwo hingga Klampis. “Agak susah ya mas buat pulang. Ini tadi katanya juga bisa sampai besok. Kalau sampai besok sangat menghambat juga kalau mau kerja,” tambahnya.
Demonstrasi sopir truk, yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), dimulai pada Rabu (29 April 2026) sore dan masih berlangsung hingga pukul 20.30 WIB. Para sopir menunggu hasil negosiasi antara Pertamina dan perwakilan GSJT di kantor.
Koordinator GSJT, Supriyono, menyatakan bahwa hasil negosiasi menunjukkan arah positif. Ia berharap satu tuntutan utama dapat dipenuhi Pertamina agar aksi dapat berakhir damai. “Saat ini sedang break menuju negosiasi kedua. Dari pihak Pertamina sudah menyajikan penyelesaian barcode yang terblokir itu bisa 1x24 jam,” kata Supriyono pada pukul 19.05 WIB.
Supriyono menjelaskan bahwa pihak Pertamina dan perwakilan GSJT akan melanjutkan negosiasi setelah jeda. Persoalan utama masih berkisar pada solusi bagi kendaraan yang barcode-nya tiba-tiba terblokir saat sedang dalam perjalanan distribusi barang. “Karena ketika kami melakukan penggandaan tangki, itu kan karena barcode-nya susah, setelah itu jalur logistik yang di Kalimantan juga tidak ada. Ketika barcode terblokir, yang jelas kami kan tidak ngisi. Itu kita lagi cari cara untuk yang terblokir tapi masih bisa ngisi sambil pembaruan sistem 1x24 jam,” jelasnya.
Meski belum ada keputusan final, Supriyono optimistis bahwa negosiasi lanjutan akan menghasilkan solusi. Ia menegaskan bahwa bila tuntutan utama soal barcode dipenuhi, massa aksi siap membubarkan diri dan kembali pulang. “Kalau ini selesai semua, ya kami pulang,” tegasnya.
Selama audiensi, GSJT mengimbau peserta aksi tetap tenang dan menjaga ketertiban. Mereka menekankan pentingnya tidak menyalakan klakson berlebihan demi menghormati warga sekitar lokasi aksi. “Kami himbau untuk mematikan sound. Kita kan juga saling menghargai. Karena di belakang juga kampung yang mungkin juga anak-anak kecil, juga yang mau istirahat,” kata Supriyadi, salah satu anggota GSJT.
GSJT juga mengimbau massa aksi untuk tidak melakukan tindakan apapun yang dapat memicu atau memperburuk keadaan, apalagi memancing emosional baik antar pihak maupun antar aliansi. Mereka berharap demonstrasi dapat berjalan dengan aman dan tidak mengganggu warga sekitar.
Jalan Jagir masih ditutup bagi kendaraan dari perempatan Ngagel maupun dari Pasar Wonokromo. Penutupan ini membuat para pengendara harus memutar lewat jalur alternatif, yang menambah waktu tempuh dan menambah ketidaknyamanan. Banyak pengendara yang berusaha mencari rute lain, namun kondisi lalu lintas di wilayah tersebut tetap padat.
Demonstrasi ini menyoroti isu penting terkait sistem barcode kendaraan. Barcode yang terblokir dapat menghambat distribusi barang, mempengaruhi rantai pasok, dan menambah beban bagi sopir truk. GSJT menuntut solusi cepat agar sistem barcode dapat berfungsi normal dalam 1x24 jam, sehingga kendaraan dapat melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
Negosiasi antara GSJT dan Pertamina masih berlangsung. Kedua pihak berharap dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Jika solusi ditemukan, aksi demonstrasi dapat segera dihentikan, dan para sopir truk dapat kembali ke rumah atau melanjutkan tugas mereka tanpa gangguan.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah dalam menangani masalah infrastruktur dan sistem distribusi. Keputusan yang cepat dan adil akan membantu mengurangi dampak negatif bagi masyarakat dan menjaga kelancaran transportasi di Surabaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Dalberto Luan Belo
Makanan Berbahaya & Sehat: Pedang & Perisai Melawan Kanker
BMKG Prediksi Bediding di Jawa Timur hingga Agustus 2026
Mahasiswa Bondowoso Rebut Janji PBB Bebas bagi Miskin
Tanggul Titik 71 Sidoarjo Hampir Runtuh, Warga Gelisah
Serangan Hama Tikus Merusak Padi dan Jagung di Gumukmas
Berita Terbaru
Sukabumi Raih WTP 12 Kali, Peningkat Tata Kelola Di Daerah
Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Dalberto Luan Belo
Makanan Berbahaya & Sehat: Pedang & Perisai Melawan Kanker
BMKG Prediksi Bediding di Jawa Timur hingga Agustus 2026
Ceko Kalah 1-2 dari Korea Selatan di Piala Dunia 2026
PMB Sekolah Swasta Gratis 2026 Jakarta Buka Pendaftaran
Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
IHSG Naik 2,07% Menembus 6.000, LQ45 Terbuka Kuat 12 Juni
