Desa Tabanan Usahakan Jalan Resmi Pemkab untuk Konektivitas
Gambar atau konten salah?
Beberapa desa di wilayah Tabanan mengajukan permohonan agar ruas jalan yang saat ini berada di bawah kepemilikan desa dapat diubah menjadi milik kabupaten. Usulan tersebut berasal dari beberapa kecamatan, mulai dari Pupuan hingga Kediri, dan panjang ruasnya bervariasi.
Di Desa Pajahan (Kecamatan Pupuan) terdapat ruas sepanjang 900 meter dengan lebar 7 meter. Desa Munduktemu (Pupuan) mengajukan ruas 372 meter. Selain itu, di Desa Mambang (Selemadeg Timur) terdapat ruas setinggi 5 kilometer dengan lebar 7 meter. Desa Nyitdah (Kediri) pula mengusulkan dua ruas, satu sepanjang 1,4 kilometer dan yang lainnya 625 meter.
"Jalan‑jalan desa yang mau ditingkatkan statusnya harus diajukan melalui proposal dari desa ke kecamatan. Proposal kami terima lewat kecamatan, kemudian kami verifikasi. Biasanya pengajuan perubahan status jalan ini dilakukan setiap lima tahun," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana, saat dikonfirmasi pada Senin, 13 April 2026.
Partana menjelaskan bahwa setiap usulan yang masuk akan diverifikasi berdasarkan kriteria teknis, seperti lebar jalan, kondisi ruas, dan fungsi jalan. Jalan yang dimaksud harus berfungsi sebagai jalur penghubung, bukan jalan buntu. Proses verifikasi ini tidak dapat dipercepat karena harus mengikuti mekanisme berjenjang.
Setelah melewati verifikasi di tingkat kabupaten, usulan selanjutnya diajukan ke pemerintah provinsi, lalu ke pusat. Hal ini disebabkan karena kewenangan penetapan status jalan berada di pemerintah pusat. Proses panjang ini menyebabkan penanganan peningkatan kualitas jalan di beberapa wilayah menjadi lambat.
Partana menambahkan, "Kalau hasilnya belum keluar, tentu belum bisa dilakukan pengerjaan. Selama ini hanya bisa melalui skema hibah pakai," jelas ia. Ia menekankan bahwa sebelum status jalan berubah menjadi milik kabupaten, pemerintah daerah belum dapat melakukan rekonstruksi secara penuh.
Namun, bila status jalan telah berubah menjadi milik kabupaten, aset jalan akan diserahkan ke Pemkab Tabanan dan dapat segera ditangani melalui program rekonstruksi atau peningkatan kualitas. Dengan demikian, proses pembangunan jalan dapat berjalan lebih cepat.
Pemkab Tabanan berharap bahwa semakin banyak ruas jalan desa yang dapat naik status, penanganannya akan menjadi lebih optimal. Langkah ini diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat di Tabanan.
Perubahan status jalan ini merupakan upaya untuk memperkuat infrastruktur lokal. Meskipun prosesnya memakan waktu, hasil akhirnya dapat memberikan akses lebih baik bagi penduduk desa, meningkatkan mobilitas, dan membuka peluang ekonomi baru bagi komunitas setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Teliti Stimulus Ekonomi, Harga Pertamax Rp16.250
Bill Gates Ungkap Hubungan dengan Jeffrey Epstein di Kongres
Hari Donor Darah Sedunia 2026: Setetes Kemanusiaan, Selamatkan
Ramalan Zodiak 12 Juni: Tips Keuangan Setiap Tanda
SIM Keliling Bali: Badung, Klungkung, Tabanan Layanan Baru
Bali Hari Ini: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah, Klungkung Cerah
Berita Terbaru
Harga Emas Antam Palembang Naik Rp2.709.000 per gram 12/6/2026
Pemerintah Teliti Stimulus Ekonomi, Harga Pertamax Rp16.250
King Cobra 2m Masuk Kios Des Buae, Damkar Tangkap Dinas
Hujan Ringan di Surabaya & Sidoarjo Dipicu Gelombang Rossby
Tongseng Battembat Resmi Jadi Warisan Budaya Jawa Barat
Jakarta Hemat: 5 Cara Healing Tipis‑Tipis Tanpa Cuti
Mexico Menang 2‑0 atas Afrika Selatan di Pembuka Piala Dunia 2026
Polisi Batam Selidiki Proyektil di Rumah Warga Bawean