Diet dan Olahraga Bersama Turunkan Berat Badan Lebih Cepat
Gambar atau konten salah?
Medan – Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan memulai rutinitas olahraga intens. Meski begitu, hasilnya tidak selalu terlihat. “Kita sering merasa berat badan tidak kunjung turun meski sudah rajin berolahraga,” ungkap dr. Eka Febriyanti, ahli gizi.
Menurutnya, kunci utama penurunan berat badan terletak pada terciptanya defisit kalori dalam tubuh. Ia menjelaskan, “Defisit kalori itu artinya kita mengurangi asupan kalori harian, biasanya sekitar 500 sampai 750 kalori dari kebutuhan normal. Ketika asupan berkurang, tubuh akan menggunakan cadangan energi seperti glikogen dan lemak.”
Dr. Eka menegaskan bahwa penurunan berat badan tidak bisa hanya mengandalkan satu faktor. “Bukan memilih mana yang lebih berperan antara pola makan atau olahraga, tetapi keduanya harus dijalankan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dari berbagai penelitian, kombinasi pengaturan pola makan dan olahraga adalah yang paling efektif.”
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Obesity mendukung pernyataan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi diet dan aktivitas fisik lebih efektif dalam menurunkan berat badan dibandingkan hanya mengandalkan salah satunya.
Selanjutnya, World Health Organization merekomendasikan aktivitas fisik rutin sebagai bagian penting dalam menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan, dengan durasi ideal 150 hingga 300 menit per minggu.
Dr. Eka menekankan, “Penurunan berat badan sejatinya merupakan bagian dari perubahan gaya hidup yang menyeluruh, bukan sekadar diet sesaat.”
Ia juga menyoroti faktor lain yang memengaruhi, seperti cukup minum, manajemen stres, dan tidur yang cukup. “Selain defisit kalori dan aktivitas fisik, faktor lain seperti cukup minum, manajemen stres, dan tidur yang cukup juga sangat berpengaruh,” katanya.
Ia mengingatkan agar defisit kalori tidak dilakukan secara ekstrem karena dapat berdampak buruk bagi tubuh. “Jika terlalu drastis, tubuh bisa mengalami gangguan metabolisme dan inflamasi. Karena itu, pengurangan kalori sebaiknya dilakukan secara bertahap,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pola makan tetap mengikuti prinsip gizi seimbang agar program penurunan berat badan dapat berjalan secara berkelanjutan. “Diet yang baik itu tidak mengubah pola makan secara ekstrem, tetapi menyesuaikan kebiasaan yang ada agar lebih sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kesimpulannya, penurunan berat badan yang efektif memerlukan kombinasi defisit kalori, olahraga teratur, dan gaya hidup sehat lainnya. Pendekatan bertahap dan seimbang akan membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mencapai tujuan penurunan berat badan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
