Digitalisasi Pendidikan Tingkatkan Hasil Belajar di NTT
Gambar atau konten salah?
Digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menunjukkan hasil yang positif. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran membantu meningkatkan minat siswa dan hasil evaluasi mereka.
Guru IPS di SMPN Wederok, Theobaldus Banafanu, menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas digital seperti super aplikasi Rumah Pendidikan, Papan Interaktif Digital (PID), dan akses internet Starlink yang dimulai sejak Januari 2026 membuat proses belajar lebih menarik. Super aplikasi ini disediakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sementara itu, PID dan internet disediakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama.
Theobaldus menyatakan, "Sebelumnya, buku ajar terbatas. Sekarang, dengan PID, guru bisa dengan mudah menunjukkan materi secara visual. Ini memudahkan kami dalam proses belajar." Ia juga melaporkan bahwa nilai rata-rata siswa kini meningkat dari sekitar 60 menjadi 75 hingga 80, berkat kemudahan memahami materi melalui konten digital.
Meskipun siswa berasal dari keluarga petani, mereka sudah familiar dengan penggunaan ponsel pintar. Fasilitas digital membuat suasana belajar lebih aktif dan menyenangkan. "Kami bangga dengan dukungan pemerintah untuk sekolah di wilayah 3T. Siswa tidak lagi merasa ngantuk di kelas," tambahnya.
Theobaldus juga mengikuti pelatihan pemanfaatan PID yang diadakan oleh Direktorat SMP dan Pusdatin. Pelatihan ini membekalinya dengan keterampilan menggunakan perangkat pembelajaran digital, termasuk presentasi dengan Canva. Ia percaya bahwa kualitas pembelajaran dapat setara di berbagai daerah, termasuk yang terpencil.
Saat ini, penggunaan fasilitas digital di SMPN Wederok masih terbatas dengan hanya satu unit PID. Rata-rata, setiap kelas baru dapat menggunakan perangkat tersebut sekitar sekali seminggu. Oleh karena itu, sekolah berharap pemerintah dapat meningkatkan sarana dan prasarana digital di wilayah 3T agar lebih optimal.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menekankan bahwa pengalaman sekolah di NTT menunjukkan perubahan dalam cara pandang pendidikan yang didorong pemerintah. "Pembelajaran kini tidak terbatas di ruang kelas, tetapi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja," ujarnya.
Yudhistira menambahkan bahwa transformasi digital dalam pendidikan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Saat ini, ada hampir 3.000 pengembang teknologi pembelajaran di Indonesia yang bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga. Dengan kolaborasi ini, diharapkan ekosistem teknologi pendidikan akan semakin berkembang dan bermanfaat bagi pembelajaran di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T.
Digitalisasi pendidikan di NTT menunjukkan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun masih ada tantangan dalam penyediaan fasilitas yang memadai. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperkuat sistem pendidikan di daerah 3T.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
