DPKH Lamongan: PMK Masih Ada, Peternak Waspada, Vaksinasi

Dian P. · 2 min baca · 20 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
DPKH Lamongan: PMK Masih Ada, Peternak Waspada, Vaksinasi

Gambar atau konten salah?

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Lamongan mengumumkan bahwa PMK masih ada di wilayahnya, namun kondisi masih terkendali menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Meski begitu, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap waspada.

Menurut Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati, “PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru.” Ia menegaskan bahwa kasus masih terdeteksi pada sejumlah ternak, terutama yang belum divaksinasi atau sapi baru datang dari luar daerah.

Shofiah menambahkan bahwa daging hewan kurban tetap aman jika hewan sehat dan proses penanganannya memenuhi standar kesehatan. Ia menekankan bahwa ternak yang pernah terpapar PMK harus sembuh total sebelum disembelih. Bagian tertentu seperti jeroan, kaki, dan area mulut harus dimasak hingga matang untuk menghindari risiko penularan.

Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKH Lamongan memperketat pengawasan lalu lintas ternak masuk. Hewan terindikasi sakit diwajibkan isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat sebelum diperdagangkan. “Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelasnya.

Selain PMK, DPKH juga waspadai LSD atau lato-lato pada sapi. Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir dan dipisahkan dari ternak sehat saat proses penyembelihan kurban.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan lewat pemeriksaan di beberapa titik perbatasan dan pasar hewan. Pemeriksaan dijadwalkan mulai 17 Mei 2026 di wilayah Kabuh yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang, kemudian dilanjutkan pada 21 Mei 2026 di Balongpanggang untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Shofiah menambahkan, DPKH terus melakukan pengobatan pada ternak sakit serta vaksinasi terhadap hewan sehat menjelang Idul Adha. Peternak diminta segera melapor apabila menemukan ternak yang menunjukkan gejala penyakit. “Kami terus melakukan pengobatan dan vaksinasi. Peternak juga kami minta segera melapor jika ada sapi sakit agar segera ditangani,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, DPKH Lamongan berharap risiko penyakit pada hewan kurban dapat diminimalkan, menjaga kesehatan masyarakat, dan memastikan kebahagiaan bagi para peternak dan konsumen.

DPKH LamonganPMKIdul Adhahewani kurbanvaksinasiLSDisolasipengawasan kesehatan

Komentar

Memuat komentar...