Dwi Vera Saksikan Pergantian Kiswah Ka'bah di Makkah
Gambar atau konten salah?
1 Muharam 1448 Hijriah menjadi hari yang penuh makna bagi jutaan jemaah di Masjidil Haram. Setiap tahun, Ka'bah di Indonesia dipertahankan dengan pergantian kiswah, sebuah tradisi yang hanya berlangsung satu kali setahun. Prosesnya melibatkan pelepasan kain penutup lama dan pemasangan yang baru, memakan waktu beberapa jam hingga Ka'bah kembali tertutup sempurna.
Bagi jemaah haji Indonesia, kesempatan ini jarang terwujud. Tidak semua peserta dapat melihat langsung prosesi tersebut. Salah satu yang beruntung adalah Dwi Vera Anggreani, jemaah Kloter 15 BPN. Ia mengaku bersyukur karena keberangkatannya pada gelombang kedua membuatnya masih berada di Makkah saat pergantian kiswah berlangsung bertepatan dengan Tahun Baru Islam.
“Senang banget dikasih kesempatan untuk melihat pergantian kiswah Ka'bah. Dikarenakan saya dari Kloter 15 BPN gelombang dua, jadi alhamdulillah sempat untuk melihat kiswah Ka'bah,” ujar Dwi saat ditemui di Masjidil Haram, Selasa (16 Juni 2026) dini hari.
Peristiwa itu terasa lebih istimewa karena merupakan pengalaman haji pertamanya. Selama ini, Dwi hanya menyaksikan pergantian kiswah melalui layar televisi. “Sempat (nonton pergantian kiswah) di TV. Sekarang masyaallah banget lihat langsung. Senang, kayak nggak nyangka banget untuk bisa melihat secara langsung,” tuturnya haru.
Antusiasme Dwi begitu besar. Ia bahkan datang sejak sore hari untuk mendapatkan posisi yang memungkinkan dirinya melihat prosesi pergantian kiswah dari dekat. “Iya, betul. Pertama kali (berhaji). Masyaallah, saya datang dari sore,” katanya.
Perjuangannya tidak selalu mulus. Di tengah padatnya lautan manusia yang ingin melihat momen tersebut, Dwi beberapa kali diarahkan petugas keamanan atau askar agar tetap tertib. “Walaupun tadi sempat dikejar-kejar askar, jadi masyaallah banget, alhamdulillah,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi banyak jemaah, pergantian kiswah bukan sekadar pergantian kain penutup Ka'bah. Momen ini juga menjadi penanda datangnya Tahun Baru Hijriah sekaligus pengingat untuk memperbanyak doa, muhasabah, dan memperbarui semangat beribadah.
Untuk Dwi, pengalaman menyaksikan langsung prosesi bersejarah tersebut akan menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam perjalanan hajinya. Sebuah momen yang sebelumnya hanya bisa ia saksikan di televisi, kini hadir nyata di depan matanya, tepat di hadapan Baitullah.
Pengalaman ini menegaskan bahwa setiap momen di Tanah Suci memiliki nilai tersendiri. Menyaksikan pergantian kiswah secara langsung memberi jemaah kesempatan untuk merasakan kehangatan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad, sekaligus memperkuat ikatan spiritual dengan Ka'bah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bali: 19 Juni 2026 Hari Sukra Paing Dunggulan, Kalender Bali
Denpasar Diberi Jadwal Salat Minggu 19 Juni 2026 Tiap Hari
Bendahara NasDem Pujikan Seskab Teddy, 'Jangkar Pemerintah'
Ratusan Desa Adat Pau Tampilkan Ngodak Sesuhunan di Ubud
Klungkung Sambut Galungan: Barong Ngelawang di Tugu Monumen
Kabupaten Jembrana Ajukan Sekolah Rakyat 5,9 Hektare ke Pusat
Berita Terbaru
Bali: 19 Juni 2026 Hari Sukra Paing Dunggulan, Kalender Bali
Tuchel Menang 4-2 vs Kroasia, Fotografer Tutupi Pandangannya
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat 19 Juni 2026, Pagi Kuat
Owner's Meeting I.League: Rencana Kompetisi Championship 2026/27
Sholat Lima Waktu: Ibadah Pokok Harus Dipenuhi Muslim
Denpasar Diberi Jadwal Salat Minggu 19 Juni 2026 Tiap Hari
Jawa Timur 19 Juni: Cuaca Beragam, Waspada Hujan Lebat
Ceko-Afrikas Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
32 KK Longsor Cisarua Masih Kontrakan, Bantu Sewa Rp172,8 Jt
Pelita Jaya Siap Hadapi Bogor Hornbills di Final IBL 2026