Eksploit Windows Dijual Rp 3,5 Miliar di Dark Web

Rini S. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Eksploit Windows Dijual Rp 3,5 Miliar di Dark Web

Gambar atau konten salah?

Sebuah celah keamanan zero-day pada sistem operasi Microsoft Windows dilaporkan dijual di forum peretas di dunia maya gelap. Informasi penjualan ini pertama kali diungkap oleh akun X Dark Web Informer.

Pelaku kejahatan siber dengan nama Kamirmassabi memasang iklan penjualan eksploitasi tersebut. Harga yang ditawarkan mencapai USD 220.000, atau setara sekitar Rp 3,5 miliar, berdasarkan kurs saat itu.

Kerentanan ini, yang dilacak dengan kode CVE-2026-21533, menargetkan layanan Windows Remote Desktop Services. Celah ini memungkinkan penyerang mendapatkan hak akses setingkat sistem pada perangkat yang berhasil disusupi.

Celah tersebut memanfaatkan kesalahan dalam pengelolaan hak akses. Hal ini memberikan kesempatan bagi penyerang untuk meningkatkan privilese mereka hingga memperoleh kontrol administratif penuh pada sistem target. Setelah berhasil dieksploitasi, penyerang bisa melakukan berbagai tindakan merusak. Mulai dari menjalankan kode berbahaya, menginstal program, mencuri data sensitif, sampai mengubah pengaturan sistem.

Kerentanan ini mempengaruhi beberapa versi Windows. Termasuk di antaranya adalah Windows 10, Windows 11, serta sistem operasi server seperti Windows Server mulai dari versi 2012 hingga 2025.

Penting untuk dicatat, eksploit ini tidak bisa langsung dipakai tanpa adanya akses awal ke perangkat korban. Penyerang harus terlebih dahulu mendapatkan akses sebagai pengguna biasa pada sistem yang dituju. Ada dugaan bahwa metode seperti phishing bisa menjadi cara untuk menipu pengguna mengunduh berkas berbahaya yang membuka pintu akses awal tersebut.

Celah keamanan ini dinilai memiliki tingkat keparahan tinggi, dengan skor CVSS mencapai 7,8. Microsoft sendiri telah menyatakan bahwa celah ini sudah diperbaiki. Perbaikan disediakan melalui pembaruan keamanan yang dirilis pada 13 Februari 2026, dalam program Patch Tuesday mereka.

Pengguna sangat disarankan untuk segera memasang pembaruan keamanan terbaru dari Microsoft agar celah tersebut tertutup. Bagi lingkungan perusahaan yang belum bisa langsung menerapkan pembaruan tersebut, administrator sistem dianjurkan mengambil langkah mitigasi lain. Langkah tersebut termasuk menonaktifkan layanan Remote Desktop. Selain itu, disarankan mengikuti panduan keamanan dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA). Panduan ini mencakup pembatasan akses hanya dari jaringan yang tepercaya dan penggunaan sistem deteksi serta respons titik akhir (EDR).

Selain CVE-2026-21533, terdapat kerentanan Windows lain yang juga menjadi perhatian. Kerentanan ini adalah CVE-2026-2636. Celah ini berlokasi pada driver Windows Common Log File System. Jika dimanfaatkan, kerentanan ini memungkinkan pengguna biasa memicu blue screen of death yang tidak dapat dipulihkan sistem.

Sebuah eksploitasi kerentanan zero-day pada Windows Remote Desktop Services, dilacak sebagai CVE-2026-21533, dijual seharga USD 220.000 di forum peretas. Celah ini memungkinkan peningkatan hak akses menjadi kontrol administratif penuh pada berbagai versi Windows, asalkan penyerang sudah memiliki akses pengguna awal. Kerentanan ini dikategorikan parah dan telah diperbaiki oleh Microsoft melalui pembaruan pada 13 Februari 2026. Pengguna diimbau segera memperbarui sistem. Sebagai tindakan pencegahan sementara, perusahaan disarankan menonaktifkan Remote Desktop dan membatasi akses jaringan. Kerentanan lain yang ditemukan adalah CVE-2026-2636 pada driver Common Log File System yang dapat menyebabkan sistem gagal total (blue screen).
Celah Keamanan Zero-DayEksploitasi WindowsDark WebRemote Desktop ServicesPembaruan KeamananPeningkatan Hak AksesCVE-2026-21533

Komentar

Memuat komentar...