El Nino 'Godzilla' Datang 2026: Dendam Drought dan Banjir

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
El Nino 'Godzilla' Datang 2026: Dendam Drought dan Banjir

Gambar atau konten salah?

El Nino “Godzilla” diprediksi akan mampir ke Indonesia pada 01 Januari 2026. Fenomena ini bukan sekadar panas biasa; ia masuk kategori ekstrem yang siap mengacak-acak pola cuaca di tanah air.

Panggilan “Godzilla” tidak lepas dari ukuran kekuatannya. El Nino jenis ini dapat memicu keringat bercucuran, namun lebih penting, ia berpotensi memperpanjang kemarau di Indonesia menjadi lebih panjang dan lebih “kerontang” dari biasanya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan adanya potensi “keroyokan” cuaca. El Nino kemungkinan besar akan berkolaborasi dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, yang menambah kompleksitas perubahan iklim.

Secara sederhana, kombinasi El Nino “Godzilla” dengan IOD positif akan menurunkan suhu laut di sekitar Sumatra dan Jawa. Awan hujan enggan menempel, sehingga curah hujan merosot tajam tepat saat kebutuhan air meningkat. Dampak ini diperkirakan mulai terasa pada 01 April 2026 hingga 31 Oktober 2026.

Indonesia akan terbelah menjadi dua nasib. Wilayah Barat, mulai dari Jawa hingga NTT, diprediksi akan mengalami kekeringan lebih awal. Sementara di Timur, seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera, hujan tetap intens. Kondisi ini menimbulkan risiko banjir dan longsor di wilayah Timur, sementara di Barat harus menghadapi kekurangan air.

Konsekuensi paling nyata terletak pada sektor pangan. Pantura Jawa, lumbung pangan nasional, terancam kekeringan hebat. Selain itu, bayangan kebakaran hutan (karhutla) menunggu di Sumatra dan Kalimantan, menambah beban pada sistem pertanian.

Di sisi lain, kemarau panjang ini juga membuka peluang bagi petani garam. Produksi garam dapat meningkat secara maksimal, menjadikan sektor ini sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Pemerintah perlu mewaspadai dampak kekeringan yang mengancam lumbung pangan di Pantura Jawa, tapi di saat yang sama harus siap menghadapi risiko banjir di Sulawesi dan Maluku,” tegas Erma Yulihastin, peneliti Pusat Iklim dan Atmosfer BRIN.

Dengan demikian, 01 Januari 2026 bukanlah tahun untuk bersantai. Indonesia membutuhkan manajemen air cerdas di Barat dan pengendalian banjir sigap di Timur. Tanpa kesiapan, El Nino “Godzilla” dapat menghancurkan sektor pangan tanpa ampun.

Perubahan pola cuaca ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan air yang disesuaikan dengan kondisi regional, guna menjaga keamanan pangan dan ketahanan terhadap bencana.

El Nino GodzillaBRINIndian Ocean Dipolekekeringanbanjirpanganperubahan iklimSumatra

Komentar

Memuat komentar...