El Nino Godzilla Prediksi Mengancam Curah Hujan Indonesia

Teguh A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
El Nino Godzilla Prediksi Mengancam Curah Hujan Indonesia

Gambar atau konten salah?

El Nino ekstrem diprediksi akan muncul pada April 2026 menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fenomena ini diberi julukan Godzilla El Nino karena potensi dampak yang sangat luas.

Profesor Riset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Ketika intensitasnya meningkat, pembentukan awan dan hujan bergeser ke wilayah Pasifik, sehingga curah hujan di Indonesia menurun.

Prediksi ini juga mengaitkan El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. IOD positif ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar Sumatra dan Jawa, yang mengurangi potensi pembentukan awan. Akibatnya, musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih lama, mulai April hingga Oktober 2026. Selama periode ini, curah hujan diperkirakan turun signifikan, sementara suhu udara terasa lebih panas dari biasanya.

Konsekuensi kering ini langsung memengaruhi ketersediaan air. Banyak wilayah, terutama di bagian selatan Indonesia, berisiko mengalami kekeringan serius. Pada 19 Maret 2026, Erma mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi kondisi ini sejak dini. Ia menekankan bahwa wilayah selatan ekuator akan lebih rentan terdampak kekeringan akibat El Nino dan IOD positif.

Selain risiko air, sektor pertanian juga terancam. Sejarah El Nino sebelumnya menunjukkan bahwa penurunan curah hujan dapat memicu gagal panen. Daerah-daerah sentra produksi pangan, seperti pantai utara Jawa dan sebagian Sumatra, berpotensi mengalami penurunan hasil panen yang signifikan.

Di sisi kesehatan, suhu panas ekstrem juga menimbulkan dampak serius. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyebut pemerintah tengah menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan sektor kesehatan menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari sakit kepala akibat panas berlebih, gangguan jantung karena kerja tubuh yang meningkat, hingga kondisi serius seperti heat stroke yang memerlukan penanganan medis segera.

Dehidrasi menjadi risiko tambahan, terutama ketika tubuh kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan asupan. Dalam kondisi ekstrem, dehidrasi dapat mempengaruhi tekanan darah dan fungsi organ tubuh. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas fisik berat di siang hari.

Melihat semua potensi dampak, baik pada sumber daya air, produksi pangan, maupun kesehatan, pemerintah dan masyarakat perlu bersiap. Menyusun rencana pengelolaan air, memperkuat sistem irigasi, serta meningkatkan edukasi tentang kesehatan di cuaca panas menjadi langkah penting. Selain itu, pemantauan curah hujan dan kelembapan secara real‑time dapat membantu mengantisipasi perubahan cuaca secara lebih cepat.

Dengan memahami pola El Nino dan IOD positif, serta menyiapkan langkah mitigasi, Indonesia dapat mengurangi kerugian yang mungkin timbul. Perlu kolaborasi antara lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat agar dampak negatif dapat diminimalkan. Masyarakat diharapkan tetap waspada, menjaga persediaan air, serta mengikuti pedoman kesehatan yang disediakan oleh pihak berwenang.

El NinoIOD positifcurah hujankekeringansuhu panaskesehatanproduksi panganmitigasi

Komentar

Memuat komentar...