Enam Makanan Sehat yang Menurunkan Risiko Stroke Secara
Gambar atau konten salah?
Stroke sering menjadi masalah serius di kalangan masyarakat. Untuk mencegahnya, pola hidup sehat sangat penting, termasuk pilihan makanan. Banyak orang menilai beberapa makanan buruk bagi kesehatan, padahal beberapa di antaranya sebenarnya mengandung nutrisi yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Eating Well pada 13 Maret 2023, makanan yang sering dikategorikan “buruk” dapat menurunkan risiko stroke bila dikonsumsi dengan cara yang tepat. Berikut enam jenis makanan yang dapat membantu menurunkan risiko stroke.
Kacang-kacangan sering dihindari karena dianggap tinggi kalori. Namun kalori tersebut berasal dari lemak tak jenuh, yang baik untuk kesehatan jantung. Lemak ini membantu menjaga pembuluh darah tetap sehat dan menurunkan risiko stroke. Selain itu, kacang kaya antioksidan seperti vitamin E dan polifenol. Antioksidan ini mengurangi peradangan, yang terkait dengan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang sekitar lima kali seminggu dapat menurunkan risiko stroke hingga 19 %.
Pisang sering dianggap kurang sehat karena kandungan gula tinggi. Namun buah ini kaya kalium, mineral penting yang menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan faktor utama penyebab stroke. Banyak orang belum memenuhi kebutuhan kalium harian yang disarankan, yaitu sekitar 4.700 mg. Mengonsumsi pisang dapat menjadi cara sederhana untuk mencukupi kebutuhan kalium tersebut.
Kopi menjadi bahan perdebatan karena kandungan kafeinnya. Kafein memang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara, namun tidak ada bukti bahwa konsumsi kopi menyebabkan hipertensi jangka panjang. Bahkan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2‑3 cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Selain kafein, kopi juga mengandung antioksidan seperti asam klorogenat dan flavonoid yang mendukung kesehatan pembuluh darah. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Oatmeal kadang dihindari karena dianggap dapat meningkatkan gula darah. Padahal, bila dikonsumsi dengan cara yang tepat, oatmeal baik untuk kesehatan jantung. Oat mengandung beta‑glukan, serat larut yang membantu menurunkan kolesterol. Oatmeal juga mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang terkait dengan penurunan risiko stroke. Untuk hasil optimal, disarankan memilih oat utuh seperti rolled oats atau steel‑cut oats dan mengombinasikannya dengan protein serta lemak sehat.
Kacang polong sering disalahpahami karena kandungan lektin. Jika dimasak dengan benar, lektin akan berkurang dan aman dikonsumsi. Kacang polong kaya serat larut yang membantu menurunkan kolesterol dengan mengikatnya di usus dan membuangnya lewat sistem pencernaan. Efek ini berperan dalam menurunkan risiko kematian akibat stroke. Selain itu, kacang polong mengandung kalium dan magnesium, yang baik untuk kesehatan jantung.
Tahu (tofu) kadang dianggap tidak sehat karena isu hormon. Namun tidak ada bukti bahwa tahu berbahaya. Justru, tahu mengandung isoflavon, antioksidan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Konsumsi produk kedelai seperti tahu juga dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah berdasarkan beberapa penelitian.
Para ahli menekankan bahwa selain memilih makanan yang tepat, gaya hidup sehat secara keseluruhan sangat penting. Mulai dari mengonsumsi makanan utuh, rutin bergerak, tidak merokok, hingga cukup tidur. Kombinasi tersebut berperan besar dalam menurunkan risiko stroke.
Dengan memahami bahwa beberapa makanan yang dianggap “buruk” sebenarnya memiliki manfaat kesehatan, kita dapat membuat pilihan yang lebih bijak. Menambahkan kacang, pisang, kopi, oatmeal, kacang polong, dan tahu ke dalam pola makan harian dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi jantung dan pembuluh darah dari risiko stroke.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Berita Terbaru
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
