Es Goyobod Ude Tetap Favorit di Tengah Minuman Modern
Gambar atau konten salah?
Es goyobod, minuman tradisional khas Garut, tetap menjadi favorit di tengah banyaknya minuman modern. Meski banyak pilihan es buah dan minuman kekinian, es goyobod ini masih memikat pelanggan setia.
Minuman ini terbuat dari goyobod yang kenyal, mirip jeli, dan dibuat dari tepung kanji. Biasanya disajikan dalam gelas, lalu dicampur topping seperti kelapa, alpukat, roti, kental manis, es serut, dan gula tebu cair. Setiap gelas berharga Rp 8.000, harga yang terjangkau bagi banyak orang.
Lapak Es Goyobod Ude terletak di Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Garut. Jaraknya kurang dari satu kilometer dari Alun‑Alun Garut di arah selatan. Ude, pemiliknya berusia 50 tahun, memulai usaha ini pada tahun 2002 setelah ayahnya, Asep, mulai menua. Ia mengelola lapak sebagai penerus tradisi keluarga yang sudah ada sejak tahun 1970-an.
“Ini turun-temurun. Yang pertama jualan itu bapak saya, sudah ada sejak tahun 1970‑an,” kata Ude kepada detikJabar.
Ude menjelaskan bahwa es goyobod tetap bertahan di tengah gempuran minuman kekinian. “Yang viral‑viral memang menyita perhatian. Tapi enggak lama redup lagi. Ujung‑ujungnya orang pasti cari yang legendaris. Ya salah satunya es goyobod ini,” ungkap Ude.
Penjualan di hari biasa mencapai sekitar 150 gelas. Namun di akhir pekan, penjualannya dapat dua hingga tiga kali lipat. “Pokoknya asal jangan dikasih hujan saja. Kalau hujan lesu,” ungkap Ude, menekankan bahwa cuaca memengaruhi arus pelanggan.
Menurut Ude, es goyobod di Garut berbeda dari penjual lain karena aroma khas kelapa. “Ini wangi dari kelapa. Karena sedari dulu kami pasti pakai kelapa dari Tasikmalaya. Gulanya juga asli tidak ada campuran kimia. Makanya setiap dagang selalu banyak lebah,” katanya.
Lapak Es Goyobod Ude buka setiap hari mulai jam 10 pagi. Jika pengunjung datang setelah jam 12 siang, lapak biasanya sudah tutup pada jam 2 siang, terutama saat ramai. Meskipun pelanggan setia, setiap hari, khususnya pada akhir pekan, ada wajah baru yang mampir untuk mencicipi es goyobod sederhana ini.
Es goyobod, dengan rasa manis, gurih, dan segar, tetap menjadi bagian penting dari kuliner Garut. Lapak Ude, yang telah ada sejak 1970-an, menunjukkan bahwa tradisi kuliner dapat bertahan lama jika tetap dijaga kualitasnya. Dengan harga terjangkau dan cita rasa autentik, es goyobod tetap menarik bagi penduduk lokal maupun pengunjung yang ingin merasakan cita rasa asli Garut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
