EU Tegaskan Iran Hentikan Biaya Transit Selat Hormuz
Gambar atau konten salah?
Sabtu, 18 April 2026, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menegaskan bahwa Iran harus menghentikan rencana mengenakan biaya transit kapal di Selat Hormuz. Ia menulis di media sosial X, Berdasarkan hukum internasional, transit melalui jalur air, seperti Selat Hormuz, harus tetap terbuka dan gratis, ujarnya.
Dalam unggahan yang sama, Kallas menambahkan, Skema pembayaran untuk transit apa pun akan menciptakan preseden berbahaya bagi jalur maritim global. Iran harus membatalkan rencana apa pun untuk mengenakan biaya transit, jelasnya.
Ia juga menyatakan bahwa Uni Eropa akan berperan dalam memulihkan arus bebas energi dan perdagangan setelah gencatan senjata di kawasan itu berlaku. Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa pihaknya dapat membantu melalui berbagi data satelit dan dengan memperkuat misi angkatan laut Aspides yang saat ini beroperasi di Laut Merah.
Iran dilaporkan akan mengenakan biaya hingga 2 juta dolar AS (Rp 34 miliar) per kapal yang melewati Selat Hormuz. Menurut kantor berita Iran, Tasnim, dana tersebut akan dialokasikan untuk rekonstruksi Iran yang mengalami kerusakan akibat serangan AS-Israel.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, Iran secara praktis menutup Selat Hormuz. Data pelacakan maritim menunjukkan hanya sekitar 5% volume pengiriman sebelum perang yang berhasil melewatinya.
Beberapa kapal tanker, termasuk milik Pakistan dan India, berhasil melewati selat setelah bernegosiasi dengan Iran untuk menjamin jalur pelayaran bagi beberapa kapal.
Situasi ini menyoroti ketegangan antara kebijakan maritim internasional dan kepentingan nasional. Kaja Kallas menegaskan bahwa setiap skema pembayaran dapat menimbulkan preseden yang merugikan bagi jalur maritim global, sementara Iran berfokus pada pendanaan rekonstruksi. Peran Uni Eropa, baik melalui data satelit maupun dukungan misi Aspides, menunjukkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menjaga kebebasan pelayaran di wilayah strategis ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Tabanan Selenggarakan Kegiatan Bulan Bung Karno Juni 2026
Berita Terbaru
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
