Evaluasi Mudik 2026: Fokus Buffer Zone Pelabuhan Alternatif
Gambar atau konten salah?
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menegaskan bahwa evaluasi penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2026 sedang berlangsung, dengan fokus khusus pada wilayah Bali. Tujuannya adalah memperbaiki layanan transportasi ke depan.
“Harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk kita perbaiki bersama,” kata Aan dalam keterangan tertulis pada 20 April 2026. Ia menyoroti kepadatan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk selama mudik Lebaran 2026 sebagai pelajaran penting.
Menurut Aan, pengelolaan awal belum maksimal, terutama pemanfaatan buffer zone. Setiap pelabuhan, ia katakan, harus memiliki buffer zone karena keterbatasan kapasitas menampung kendaraan.
Untuk menghindari kejadian serupa, Aan mendorong pencarian lokasi buffer zone tambahan sebelum menuju Gilimanuk. Ia berharap pemerintah daerah dapat bekerja sama menyediakan lahan bagi kantong parkir di area yang tidak jauh dari pelabuhan.
Selain buffer zone, Aan menekankan perlunya pelabuhan alternatif di Bali. Hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan dan beban berlebih di lintas Ketapang‑Gilimanuk, mirip dengan solusi yang sudah diterapkan di lintas Merak‑Bakauheni. Salah satu pelabuhan alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah Celukan Bawang, yang dapat membantu mengurai kepadatan saat lonjakan volume kendaraan di Gilimanuk.
“Kemudian karena lahan dan area Gilimanuk terbatas, perlu menambahkan dermaga plengsengan di area dekat pelabuhan Gilimanuk yakni area Pantai Cemara/area buffer zone cargo untuk menambah kapasitas pelabuhan. Diharapkan dermaga tersebut sudah harus bisa beroperasi saat Nataru 2026 dan Lebaran 2027,” tuturnya.
Koordinasi dengan operator penyeberangan terus dilakukan agar kapal dengan kapasitas lebih besar dapat dioperasikan di lintasan Ketapang‑Gilimanuk. Dengan begitu, pergerakan kendaraan yang menyeberang dapat lebih cepat dan antrean dapat diminimalisir.
Semua langkah ini ditargetkan menjadi solusi untuk menghadapi periode angkutan Natal, Tahun Baru, dan Lebaran di tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, simpul transportasi di Bali dapat berfungsi lebih optimal dan pengelolaan lalu lintas serta penyeberangan menjadi lebih efektif.
“Kita ingin ke depan perjalanan masyarakat dan distribusi logistik di Bali bisa lebih lancar, aman dan terkelola dengan baik. Oleh karena itu, butuh koordinasi dan kerja sama semua pihak untuk merealisasikannya,” pungkas Aan.
Evaluasi ini menandai langkah konkret Kemenhub untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Bali, dengan fokus pada buffer zone, pelabuhan alternatif, dan dermaga tambahan. Hasilnya diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas selama mudik dan memperlancar distribusi logistik di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Berita Terbaru
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
Zodiak Sagittarius 4 Juni 2026: Energi Positif dan Keputusan
