Evan Dimas: Dari Kapten U‑19 ke Pelatih SSB, Harapan PSSI 96

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Evan Dimas: Dari Kapten U‑19 ke Pelatih SSB, Harapan PSSI 96

Gambar atau konten salah?

Evan Dimas sudah lama dikenal sebagai mantan kapten Timnas Indonesia U‑19. Ia sering mengingat kembali perjalanan kariernya, khususnya saat bermain di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS). Stadion di Sidoarjo menjadi tempat yang memiliki makna khusus bagi perjalanan sepak bola Indonesia.

“Dulu waktu saya main di Sidoarjo, kebetulan juga ada keberuntungan. Timnas U‑19 bisa juara AFF di era itu,” ujar Evan di GDS pada 19 April 2026. Kata-kata itu menegaskan betapa pentingnya tempat itu bagi kariernya.

Evan memang menjadi bagian penting dari generasi emas yang menjuarai AFF U‑19 Youth Championship 2013. Keberhasilan tersebut menjadi simbol kebangkitan sepak bola usia muda Indonesia pada masa itu.

Dalam rangka ulang tahun ke‑96 PSSI, Evan menyampaikan harapan terkait kebangkitan sepak bola nasional. Ia memaknai angka 96 sebagai simbol harapan baru. “Nomor 9 itu kan kepalanya di atas, artinya harapan. Kalau 96 ini saya harap jadi awal kebangkitan PSSI,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki karakter. “Harapan saya PSSI punya program yang menanamkan regenerasi, bagaimana generasi muda punya jiwa kesatria. Di mana bumi dipijak, amanah dijalankan, kejujuran dijalankan,” tambahnya.

Setelah sempat hiatus usai dilepas Persik Kediri pada paruh musim BRI Liga 1 2024/2025, Evan memilih jalan berbeda. Ia beralih peran menjadi pelatih di sekolah sepak bola (SSB). Meski tak lagi bermain di lapangan, ia tetap mendukung Timnas Indonesia.

“Kalau dulu saya terlibat langsung di lapangan, sekarang dari luar saya bisa bantu doa. Semoga Merah Putih bisa berkibar lebih tinggi,” ujarnya. Ia juga berharap mimpi besar Indonesia tampil di Piala Dunia bisa terus diperjuangkan.

“Kalau targetnya Piala Dunia, saya juga mendoakan,” pungkasnya. Evan tetap menjadi suara yang mendukung, menekankan bahwa dukungan tidak hanya datang dari lapangan, tetapi juga dari doa dan harapan.

Secara keseluruhan, Evan Dimas menunjukkan bahwa perjalanan seorang pemain tidak berhenti di akhir karier aktif. Ia terus berkontribusi melalui pelatihan, doa, dan harapan untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Evan DimasTimnas U-19Stadion Gelora Delta SidoarjoAFF U-19 Youth ChampionshipPSSIGenerasi MudaPiala DuniaPelatih SSB

Komentar

Memuat komentar...