Farhan Tegaskan Idulfitri Harus Jadi Momentum Sosial Bandung

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Farhan Tegaskan Idulfitri Harus Jadi Momentum Sosial Bandung

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan hadir di pelataran Balai Kota pada pagi hari melayani ribuan warga yang berkumpul untuk salat Idulfitri berjamaah. Suasana tenang di Kota Kembang dipenuhi keceriaan, namun juga diwarnai perenungan.

Hari itu bukan sekadar perayaan puasa yang selesai. Farhan menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kebahagiaan bersama dan kesadaran akan ketimpangan sosial yang masih ada di kota.

Ia mengingatkan bahwa meski Idulfitri terasa meriah, kita tidak boleh mengabaikan realitas sosial. Di balik pakaian terbaik dan hidangan lezat, masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan.

Farhan menyoroti fenomena mudik nasional yang mencapai 130 juta orang. Aliran ekonomi ini menggerakkan pasar, namun manfaatnya belum merata ke semua lapisan masyarakat Bandung.

Dalam kunjungan beberapa hari lalu, ia bertemu seorang ibu yang ditinggalkan suaminya dan harus menghidupi delapan anak. Kisah tersebut menjadi cerminan ketidaksetaraan yang masih menganga di kota. Menurut data, rasio kerentanan sosial di Bandung adalah 0,42, lebih tinggi dibanding rata internasional 0,38.

Untuk mengatasi ketimpangan, Farhan menekankan pentingnya aksi sosial terstruktur melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ia menyebut ide tersebut sebagai “ekonomi dakwah” yang dapat menyebarkan harta secara merata.

Masalah lain yang mendapat perhatian utama adalah krisis sampah. Bandung menghasilkan 1.600 hingga 1.800 ton sampah per hari. Jika tidak diolah, jumlah ini dapat menimbulkan dampak lingkungan yang serius.

Farhan menyerukan partisipasi aktif dari semua tingkatan pemerintahan, mulai camat hingga RW, serta masyarakat umum untuk memilah sampah rumah tangga. Langkah ini dianggap kunci dalam mengendalikan akumulasi sampah.

Menutup pidatonya, Wali Kota mengajak seluruh warga menghadapi tantangan kota dengan semangat kesetaraan dan optimisme. Ia menekankan bahwa solusi akan tercapai jika semua pihak bergerak bersama, “berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dan bergerak sama cepatnya.”

Ringkasan: Pagi hari di Balai Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan memperingati Idulfitri sambil menyerukan kesadaran sosial. Ia menyoroti ketimpangan ekonomi, pentingnya zakat, serta krisis sampah yang dihadapi kota. Farhan mengajak semua pihak bekerja sama untuk menciptakan kota yang lebih adil dan terkelola.

IdulfitriWali Kota Bandungketimpangan ekonomizakatsampahmudikpengelolaan lingkungankerentanan sosial

Komentar

Memuat komentar...