Festival Balon Udara Ngawen: 25 Balon Terbang dari Wonosobo

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Festival Balon Udara Ngawen: 25 Balon Terbang dari Wonosobo

Gambar atau konten salah?

Festival balon udara di kompleks Candi Ngawen, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, berlangsung pada 31 Mei 2026. Ribuan orang datang untuk menyaksikan 25 balon yang dikirim dari Kabupaten Wonosobo. Acara ini menandai keempatnya Festival Bumi Mandala yang juga memperingati Waisak.

Di pagi hari, ketika jam menunjukkan 06.14 WIB, pengunjung sudah berkumpul. Lokasi penerbangan terletak di sisi utara Candi Ngawen, sehingga para tamu harus berjalan kaki sekitar 500 meter dari tempat parkir. Hal ini disebabkan kepadatan parkir dan antusiasme pengunjung yang tinggi.

Pengunjung tidak hanya berasal dari Muntilan. Banyak yang datang dari Kota Magelang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan daerah lain. Mereka datang dengan semangat yang sama, menunggu balon terbang di langit biru.

"Tadi berangkat jam 04.30 WIB, sama teman-teman. Rasanya pertama seru, ada pengalaman baru," kata Ina Khusnul Munaya (17), warga Kulon Progo kepada wartawan di lokasi penerbangan balon udara, Minggu (31/5/2026).

"Pengalaman baru. Ya cuman mau lihat soalnya first time. Foto-foto sudah. Pengin ada lagi," sambungnya.

"Saya senang sekali soalnya baru pertama kali," kata Eli Fatmawati (25) warga Ngadiharjo, Borobudur. "Kemarin pas di Wonosobo nggak datang. Tadi saya berangkat jam 05.30 WIB. Harus jalan kaki ya jauh (dari lokasi parkir). Saat sampai senang sekali (lihat balon), rasa capek terbayarkan," ujarnya.

Kepala Desa Ngawen, Daru Hapsari, menjelaskan bahwa hari ini 25 balon diterbangkan. 20 diterbangkan untuk umum dan 5 untuk tamu VVIP. Ini bagian dari Festival Bumi Mandala yang sudah keempat kalinya di Desa Ngawen barengan memperingati Waisak.

"Bumi Mandala adalah bahwa tanah di Ngawen merupakan bumi yang bisa dianu (memberikan kesejahteraan) untuk sesama. Ini (balon udara) dari Wonosobo semuanya," tambahnya.

"Kalau tahun kemarin 14 balon, yang 4 dari Kabupaten Magelang tidak bisa terbang (yang 10 dari Wonosobo bisa terbang)," ujarnya.

"Kalau sebenarnya ini kan Insyaallah tahunan untuk mengangkat UMKM Desa Ngawen. Antusias sangat baik sekali dinanti-nanti kegiatan ini. Sebulan lalu sudah pada tanya balon udara kapan," tambahnya.

"Pertama festival layang-layang sore hari, kalau pagi seperti ini tidak bisa. Tahun kemarin balon 14 yang bisa terbang 10. Sekarang 25 balon, tahun depan dievaluasi," pungkasnya.

Festival balon udara ini tidak hanya menjadi tontonan visual, tetapi juga simbol kebersamaan dan dukungan bagi pengusaha mikro di Desa Ngawen. Dengan jumlah balon yang meningkat, acara ini menunjukkan pertumbuhan partisipasi dan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi komunitas lokal.

Festival balon udaraCandi NgawenBumi MandalaWonosoboUMKMVVIPWaisak

Komentar

Memuat komentar...