Film Pendidikan: 5 Rekomendasi Menarik Hari Hardiknas 2026

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Film Pendidikan: 5 Rekomendasi Menarik Hari Hardiknas 2026

Gambar atau konten salah?

Denpasar – Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026! Detikers dapat mengisi waktu luang dengan menonton kembali film‑film Indonesia bertema pendidikan yang sarat makna untuk memperingati Hardiknas.

Film bertema pendidikan bukan sekadar hiburan. Ia juga menjadi media untuk menyebarkan pesan semangat belajar serta meningkatkan apresiasi terhadap pentingnya pendidikan dalam membangun kualitas bangsa di masa depan.

Berikut lima rekomendasi film penuh inspirasi yang cocok ditonton saat Hardiknas:

Denias, Senandung di Atas Awan (2006)

Film ini diadaptasi dari kisah nyata. Ia mengisahkan seorang anak petani bernama Denias yang hidup dalam keterbatasan ekonomi di pedalaman Papua. Di desa tempat dia tinggal, akses pendidikan masih sangat sulit. Namun, dengan kegigihan dan semangat yang ia miliki, Denias rela menempuh perjalanan panjang melalui medan yang sulit untuk menemukan satu‑satunya lembaga pendidikan yang ada. Meski begitu, Denias terus dihadapkan dengan berbagai masalah yang datang silih berganti, mulai dari proses adaptasi bersama lingkungan baru yang tidak mudah hingga membuatnya hampir putus asa.

Laskar Pelangi (2008)

Laskar Pelangi merupakan salah satu film bertemakan pendidikan yang sangat populer. Berlatar pada era 1970‑an, film ini mengisahkan sepuluh anak yang hidup sederhana di Desa Belitung di Kepulauan Bangka‑Belitung. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kualitas lembaga yang kurang memadai, anak‑anak itu tidak pantang menyerah. Sebaliknya, keinginan dan semangat yang kuat untuk mengemban ilmu mereka kejar demi menggapai mimpi yang mereka cita‑cita.

Di Timur Matahari (2012)

Film ini menceritakan tentang lima orang sahabat yang tinggal di pedalaman Papua. Berbekal semangat untuk belajar, mereka harus dibuat kecewa dengan gurunya yang tidak pernah hadir mengajar selama kurang lebih enam bulan. Anak‑anak itu lantas mencari cara sendiri untuk belajar dari alam sekitar. Tidak sampai situ, konflik yang rumit yang melibatkan seluruh penduduk desa makin memperkeruh keadaan. Di umur yang masih belia, kelima anak tersebut terpaksa mengambil langkah dewasa untuk memperbaiki hubungan antardesa.

Sokola Rimba (2013)

Sokola Rimba menceritakan tentang seorang antropolog bernama Butet Manurung yang melakukan perjalanan ke pedalaman dengan fokus ingin mengkaji data perlindungan hutan dan satwa liar. Namun, alangkah terkejutnya Butet saat mengetahui Suku Anak Dalam yang hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat terbatasnya akses pendidikan yang layak. Ia lalu memutuskan untuk membantu anak‑anak dengan memberi ilmu. Butet pikir semua orang berhak memiliki masa depan yang lebih baik.

Mimpi Ananda Raih Semesta (2016)

Film ini mengisahkan seorang gadis bernama Sekar yang dibesarkan hanya oleh ibunya bernama Tupon. Ibunya tidak bisa membaca dan tidak pernah mengenyam pendidikan. Meski begitu, ibu Tupon tidak pernah menyerah kepada keadaan dan ingin mengusahakan apa pun demi memberi kehidupan anaknya yang lebih baik. Kegigihan Tupon dan semangat belajar Sekar berhasil membuatnya masuk ke Universitas Oxford, kampus terbaik di Inggris.

Film‑film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan nilai pendidikan. Dengan menonton karya‑karya ini, kita dapat menumbuhkan rasa cinta belajar dan menghargai perjuangan para tokoh yang berjuang demi ilmu. Mereka menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat membuka pintu kesempatan, bahkan di tempat yang paling terpencil sekalipun.

Pendidikan NasionalHardiknas 2026Film Pendidikan IndonesiaLaskar PelangiDeniasPendidikan TerpencilSokola Rimba

Komentar

Memuat komentar...