Galungan & Kuningan Rabu 17 Juni & Sabtu 27 Juni, Pawukon

Bima J. · 2 min baca · 53 menit lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Galungan & Kuningan Rabu 17 Juni & Sabtu 27 Juni, Pawukon

Gambar atau konten salah?

Di Denpasar, umat Hindu akan merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan pada Juni 2026. Kedua hari suci ini dirayakan secara berkala setiap 210 hari berdasarkan hitungan Pawukon menurut sistem penanggalan kalender Bali.

Perayaan Galungan biasanya dikaitkan dengan momen kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan). Sedangkan, Kuningan dimaknai sebagai hari untuk memberi penghormatan kepada leluhur.

Surat Edaran Nomor B-253/DJ.VI/Dt.VI.I.3/BA.03/09/2025 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menegaskan bahwa Hari Raya Galungan dan Kuningan kembali diperingati pada Juni 2026.

Rincian waktu pelaksanaan adalah sebagai berikut:

  • Rabu, 17 Juni 2026: Hari Raya Galungan
  • Sabtu, 27 Juni 2026: Hari Raya Kuningan

Tradisi Hindu Bali menempatkan rangkaian upacara yang telah diwariskan secara turun‑turun. Berikut rangkaian upacara yang biasanya dilakukan:

  • Sugihan Jawa (6 hari sebelum Galungan): Tahap awal penyucian alam semesta (bhuana agung) sebagai bentuk persiapan menyambut Hari Raya Galungan.
  • Sugihan Bali (1 hari setelah Sugihan Jawa): Penyucian diri secara lahir dan batin (bhuana alit) agar umat lebih siap secara spiritual dalam menyambut hari suci.
  • Penyekeban: Momen pengendalian diri, dimana umat mulai menahan hawa nafsu dan memfokuskan diri pada persiapan spiritual.
  • Penyajaan (2 hari sebelum Galungan, Senin atau Soma Pon Dungulan): Umat membuat berbagai jajanan (kue) untuk dipersembahkan saat Galungan, simbol kesungguhan diri dalam menyambut kemenangan dharma melawan adharma.
  • Penampahan Galungan (sehari sebelum Galungan): Pembuatan banten serta simbol pembersihan diri dari sifat‑sifat negatif.
  • Hari Raya Galungan: Puncak perayaan yang dimaknai sebagai kemenangan dharma melawan adharma, sekaligus persembahyangan kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur.
  • Manis Galungan (sehari setelah Galungan): Waktu bersilaturahmi, berkunjung ke keluarga, dan mempererat kebersamaan.

Rangkaian upacara untuk Kuningan meliputi:

  • Penyajaan Galungan: Persiapan menjelang Kuningan, terutama menyiapkan banten atau sesajen khusus.
  • Penampahan Kuningan (sehari sebelum Kuningan): Persiapan upacara dan pembuatan sarana persembahan.
  • Hari Raya Kuningan: Persembahyangan sebagai penutup rangkaian Galungan dan memohon keselamatan serta perlindungan leluhur yang kembali ke alamnya.

Jadwal dan rangkaian ini memberi panduan bagi umat Hindu di Denpasar untuk menjalankan tradisi dengan penuh kesadaran. Perayaan ini menegaskan nilai spiritual dan keluarga, mengingatkan pentingnya kebaikan, etika, dan penghormatan terhadap generasi terdahulu.

Hari Raya GalunganHari Raya KuninganDenpasarPawukonPenghormatan LeluhurTradisi Hindu BaliKemenangan Dharma

Komentar

Memuat komentar...