Gara-gara Tarik Rambut, FA Cup Batalkan Konsistensi VAR
Gambar atau konten salah?
Chelsea dan Leeds United bertanding di semifinal FA Cup di Stadion Wembley. Dalam pertandingan yang penuh ketegangan, terjadi insiden menarik rambut yang menimbulkan kontroversi.
Skor terbuka ketika Enzo Fernandez mengantongi gol pertama Chelsea lewat sundulan. Saat itu, bola dipandu jauh ke arah Dominic Calvert‑Lewin, penyerang Leeds. Dalam duel fisik dengan bek Spanyol Marc Cucurella, Calvert‑Lewin tampak menarik rambut Cucurella, membuat bek itu terjatuh.
Wasit Jarred Gillett awalnya tidak melihat kejadian tersebut dan membiarkan permainan berlanjut. Namun, setelah pertandingan dihentikan untuk pemeriksaan VAR, Calvert‑Lewin menunggu keputusan. Akhirnya, ia dibiarkan melanjutkan pertandingan tanpa kartu, meski insiden tersebut jelas melanggar aturan.
Keputusan ini langsung memicu reaksi, terutama dari penggemar Manchester United. Mereka menilai ada inkonsistensi dalam penegakan hukum di arena sepakbola Inggris.
Kasus ini tidak pertama kali menimbulkan kontroversi. Dua minggu lalu, bek Lisandro Martinez dari Manchester United mendapatkan kartu merah langsung setelah menarik rambut Calvert‑Lewin dalam laga Liga Inggris. Sebagai akibatnya, Martinez dijatuhi sanksi larangan bermain tiga pertandingan.
“Dua minggu lalu Lisandro Martinez dikartu merah karena menyentuh rambut Calvert‑Lewin. Hari ini dia melakukan hal yang sama ke Cucurella tapi tidak dihukum karena dia bukan pemain Manchester United,” ujar salah seorang suporter Man United yang dikutip oleh media.
Panel disiplin menegaskan bahwa tindakan menarik rambut termasuk pelanggaran yang tidak boleh ditoleransi dan harus dihukum secara konsisten. Meski demikian, keputusan membiarkan Calvert‑Lewin lolos tanpa sanksi menimbulkan pertanyaan besar soal standar penilaian.
Walaupun sudah melalui pemeriksaan VAR, keputusan akhir tetap tidak berubah. Hal ini semakin memicu kritik terhadap konsistensi penggunaan teknologi dalam mengambil keputusan penting di pertandingan besar.
Insiden ini menambah daftar kontroversi di sepakbola Inggris, khususnya terkait penerapan aturan dalam laga-laga besar. Situasi ini menunjukkan perlunya standar yang lebih jelas dan konsisten agar semua pemain diperlakukan secara adil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
