Gatal‑gatal siswa SDN Bira Tengah 1 setelah MBG, sembuh
Gambar atau konten salah?
SDN Bira Tengah 1 di Kecamatan Sokobanah, Sampang, menjadi sorotan setelah belasan siswa mengalami gatal‑gatal setelah makan Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi pada 22 April 2026 dan segera muncul di media sosial.
Pihak sekolah menanggapi situasi dengan tenang. Kepala SDN Bira Tengah 1, Mohammad Sudi, menyatakan bahwa siswa yang menunjukkan gejala langsung dibawa ke Puskesmas dan kondisi mereka cepat membaik. Ia berkata, “Saya heran ada saja yang bikin heboh, padahal hanya sebenarnya seheboh itu. Anak-anak gatal‑gatal dibawa ke Puskesmas sembuh dan pulang,” sambil menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak sebesar yang dibicarakan.
Menurut Sudi, distribusi MBG berlangsung normal setiap hari. Makanan tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan dikonsumsi siswa sebelum pelajaran dimulai, maksimal pukul 07.30 WIB. Ia menambahkan, “Menunya itu malah menurut saya bagus, ibu guru dan siswa lainnya semuanya makan dan gak apa‑apa kok,” sehingga tidak ada indikasi masalah pada saat pemberian.
Gejala gatal‑gatal muncul beberapa jam setelah makan, khususnya pada siswa kelas 4 dan 5. Sudi menjelaskan, “Nah pas jam 10 sebagian anak kelas 4 dan kelas 5 mengalami gejala gatal‑gatal sehingga dibawa ke puskesmas,” dan ia terus memantau kondisi siswa hingga setelah jam sekolah.
Ia bahkan mengunjungi rumah siswa sampai jam 15.00 WIB dan memastikan mereka tetap sehat. “Saya bahkan mantau ke rumah mereka sampai jam 15.00 WIB. Alhamdulillah mereka terus sehat bahkan masuk sekolah Madrasah Diniyah dan bermain seperti biasanya,” ungkapnya. Setelah perawatan, siswa kembali masuk sekolah dan beberapa yang sebelumnya alergi tidak ragu lagi makan MBG.
“Tadi pagi mereka masuk semua, saya ajak makan MBG‑nya banyak yang mau makan kok. Meskipun ada juga yang belum mau,” tambah Sudi. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas menu, “Cuman saya tetap menghimbau pengelola MBG tetap menjaga kualitas menu yang diberikan kepada siswa generasi bangsa,” pungkasnya.
Video kejadian, yang terekam pada 22 April 2026, menampilkan beberapa siswa menggaruk tubuhnya sambil menunggu di antrian puskesmas. Seorang warga mengomentari video tersebut dengan kalimat: “Ecapok MBG getel kabbi (kena MBG gatal semua), wak nyosol‑nyosol deteng pole (menyusul nyusul datang lagi (siswa yang gatal)),” menunjukkan reaksi masyarakat yang masih penasaran.
Pengelola sekolah menegaskan bahwa semua siswa telah dipantau dan tidak ada kasus serupa lagi setelah kegiatan belajar selesai. Meskipun insiden ini menimbulkan kekhawatiran, langkah cepat dan koordinasi antara sekolah dan puskesmas membantu memastikan kesehatan siswa tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026