Gempa M 7,7 di Filipina Tercatat 224 Gempa Susulan
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi dengan magnitudo M 7,7 terjadi di Filipina pada pukul 06.37 WIB. Gempa ini terasa hingga di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, memicu status siaga tsunami di ketiga wilayah tersebut.
Menurut BMKG, sejak kejadian utama hingga pukul 13.00 Wita tercatat 224 gempa susulan. Gempa susulan terakhir bermagnitudo M 3,7 mengguncang Pulau Karatung pada 10 Juni 2026 pukul 14.58 Wita. Titik epicenter berada di koordinat 5.54° LU; 126.58° BT, tepatnya 103 km barat laut Pulau Karatung.
“Gempa Mindanao, Filipina M 7,7. Jumlah gempa bumi susulan 224 dan jumlah gempa bumi susulan dirasakan 2. Update Tanggal 10 Juni 2026 12:00 WIB,” ujar BMKG dalam keterangannya diterima detikcom, Rabu (24/4). SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT BMKG mencatat rangkaian susulan gempa bumi terbesar berkekuatan M 6,7. Sementara gempa susulan berkekuatan terkecil M 2,8. Magnitudo M>5: 23 kali, tambahnya.
Sensor pasang surut (tide gauge) mendeteksi tsunami kecil di beberapa titik. Gelombang tertinggi mencapai 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe, menandakan potensi dampak tsunami meski masih kecil.
BPBD Sulawesi Utara mencatat 53 bangunan mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Bangunan yang rusak terdiri dari:
- 34 rumah warga
- 2 gedung gereja
- 1 masjid
- 1 sekolah
- 1 rumah dinas
Kejadian ini menunjukkan betapa gempa bumi di Filipina dapat memicu rangkaian gempa susulan dan potensi tsunami di wilayah sekitarnya, sekaligus menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan pemantauan geofisika di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
