Getaci Tanpa Investor, PU Fokus Bendungan Cibeet & Cijurey

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Getaci Tanpa Investor, PU Fokus Bendungan Cibeet & Cijurey

Gambar atau konten salah?

Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, mengungkapkan kendala yang dihadapi proyek jalan tol terpanjang di Indonesia, Gedebage‑Tasikmalaya‑Cilacap (Getaci). Proyek ini, yang memiliki panjang 206,65 km, masih belum berhasil menarik investor sejak direncanakan.

“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena traffic‑nya kurang,” ujarnya pada Jumat, 10 April 2026, di kantor kementerian. Ia menambahkan bahwa rendahnya minat ini disebabkan oleh proyeksi traffic atau tingkat penggunaan jalan yang dianggap kurang menarik bagi pihak swasta.

Ketika sebuah proyek infrastruktur tidak mendapat perhatian, pemerintah biasanya akan menambah dana konstruksi—disebut chip in—untuk meningkatkan daya tarik. Namun, Dody menyatakan bahwa keterbatasan anggaran membuat kebijakan chip in tidak dapat dilaksanakan. “Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in. Dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in‑nya pemerintah akhirnya dipinggirkan,” jelasnya.

Alih‑alih menyalurkan dana ke Getaci, kementerian sedang meninjau kemungkinan mempercepat pembangunan proyek prioritas lain. Salah satunya adalah Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey, yang diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah Karawang dan Bekasi.

“Apakah lebih baik kita misalnya chip in di Getaci atau kita percepat Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu nggak banjir lagi ke depannya,” tutur Dody. Ia menargetkan kedua bendungan tersebut dapat selesai secara bertahap mulai 2027 hingga 2028, sehingga risiko banjir di sekitar wilayah dapat ditekan lebih lanjut. “Saya sih berharap bisa selesai paling nggak 2027‑2028 ya. Karena dengan mata kepala saya sendiri melihat, kalau itu nggak segera diselesaikan saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi. Jadi paling nggak selesai 2027 dan sisanya 2028,” tambahnya.

Getaci telah masuk Program Strategis Nasional (PSN) sejak 2020. Proyek ini sempat gagal lelang beberapa kali dan kini sedang dalam tahap review sebelum dilelang kembali. Selain Getaci, Tol Gilimanuk‑Mengwi di Bali juga menjadi salah satu warisan PSN Jokowi yang kini masuk ke proyek strategis Prabowo. Tol sepanjang 96,84 kilometer memerlukan investasi sebesar Rp 25,4 triliun. Saat ini, Tol Gilimanuk‑Mengwi masih dalam tahap review ulang sebelum dilelang.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, mengungkapkan bahwa belum ada pihak yang bersedia lelang proyek-proyek tersebut. “KPBU kita belum ada yang mau lelang kan ya. Kita lagi siapin semuanya kayak Getaci, Gilimanuk‑Mengwi, sedang kita siapkan semuanya,” ujarnya pada Selasa, 19 August 2025.

Proyek Getaci dan Gilimanuk‑Mengwi menunjukkan tantangan yang sama: proyeksi traffic rendah dan keterbatasan dana. Sementara itu, pemerintah memilih alokasi sumber daya pada proyek-proyek yang dapat langsung mengurangi risiko banjir di wilayah strategis. Dengan demikian, meski Getaci masih menunggu investor, upaya mempercepat pembangunan bendungan di Karawang dan Bekasi menjadi prioritas untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir.

GetaciTolInvestasiTrafficBendunganKarawangBekasiPSN

Komentar

Memuat komentar...