Gran Meliá & Meliá Chiang Mai Sajikan Buffet Thai di Gran Via

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Gran Meliá & Meliá Chiang Mai Sajikan Buffet Thai di Gran Via

Gambar atau konten salah?

Gran Meliá Jakarta dan Meliá Chiang Mai mempersembahkan acara kuliner unik pada 20 April 2026 – 25 April 2026 di Café Gran Via. Program ini menampilkan konsep dinner buffet dengan menu autentik khas Thailand, menonjolkan keanekaragaman rasa yang berasal dari berbagai wilayah di Thailand.

Acara ini menampilkan pilihan menu lengkap, mulai dari hidangan utama hingga minuman khas. Beberapa menu signature yang dihadirkan antara lain Pad Thai, Soft Shell Crab & Pomelo Salad dan Steamed Mantou. Untuk minuman, tersedia Thai Milk Tea, Fresh Young Coconut, mocktail Meliá Chiang Mai Blossom, serta cocktail seperti Muay Thai Punch dan Tom Yum Martini.

Chef yang bertanggung jawab atas konsep kuliner ini adalah Executive Chef Meliá Chiang Mai, Suksant Chutinthratip, yang lebih akrab disapa Chef Billy. Ia menjelaskan bahwa kuliner Thailand memiliki karakter berbeda di tiap wilayah. “Karakter rasa Indonesia dan Thailand sebenarnya cukup dekat, sama-sama kaya rempah. Di Thailand sendiri, tiap wilayah punya ciri khas, dari utara seperti Chiang Mai dengan hidangan yang menghangatkan, bagian tengah seperti Bangkok dengan menu praktis, hingga wilayah selatan yang mengandalkan seafood dan cita rasa pedas,” ujar Chef Billy, kepada detikFood (20/04/2026).

Menurutnya, wilayah utara seperti Chiang Mai cenderung menyajikan makanan yang lebih menghangatkan, seperti sticky rice yang disantap dengan saus kari. Sementara di wilayah tengah seperti Bangkok, terdapat menu praktis untuk ritme hidup yang lebih cepat, yaitu pad krapow. Di sisi lain, wilayah timur dan selatan lebih banyak mengandalkan seafood, dengan cita rasa yang cenderung lebih pedas, terutama di bagian selatan.

Chef Billy menekankan pentingnya menjaga keaslian cita rasa Chiang Mai. Ia menyebut bahwa penggunaan kecap ikan dan santan menjadi elemen utama yang kemudian dipadukan dengan cabai serta pasta kari berbasis lengkuas, serai, dan daun jeruk untuk membentuk karakter rasa khas Thailand. “Kami menggunakan kecap ikan dan santan sebagai dasar rasa,” ujar Chef Billy.

Menu-menu yang dihadirkan juga menampilkan teknik pengolahan yang berbeda. Pada ikan asam manis khas Thailand, ikan diolah hingga renyah terlebih dahulu, lalu disajikan dengan saus yang melapisi bagian luarnya. Kari bebek merah menggunakan bebek panggang bergaya Chinese roast duck yang kemudian dipadukan dengan saus kari merah, serta tambahan buah seperti leci, nanas, dan tomat. Penambahan bahan tersebut bertujuan menciptakan keseimbangan rasa antara asam dan manis. Tekstur hidangan ini juga spesial dengan lemak bebek yang dipotong agar menghasilkan kombinasi rasa yang lebih seimbang.

Dalam kolaborasi ini juga ada hidangan yang dibuat dengan pendekatan modern. Misalnya pada olahan daging sapi yang menggunakan teknik Barat, tetapi tetap mempertahankan profil rasa Thailand. Untuk potongan daging, Chef Billy lebih memilih sirloin karena memiliki sebaran lemak (marbling) yang memberikan tekstur lebih juicy saat dipanggang. Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah Thai roasted beef, yang dikenal dengan sebutan “crying tiger”. Daging dimasak perlahan hingga lemaknya meleleh, menghasilkan tekstur yang empuk dan juicy. Nama tersebut merujuk pada dua makna, yaitu tingkat kepedasan yang tinggi hingga diibaratkan membuat harimau menangis, serta lelehan lemak yang menyerupai air mata saat dimasak. Hidangan ini menggunakan cabai kering yang dipanggang lalu dihaluskan untuk memberikan aroma smoky, dan disajikan dengan saus berbahan kecap ikan, kecap, asam jawa, gula, bawang, serta daun jeruk. Selain itu, terdapat tambahan beras sangrai untuk memperkuat rasa, serta opsi saus kari bagi yang menginginkan tingkat kepedasan yang lebih ringan.

Menu sayuran juga tidak kalah menarik. Asparagus au Gratin menghadirkan brokoli dan asparagus yang dipadukan dengan saus krim telur asin dan keju. Hidangan ini merupakan interpretasi modern yang saat ini cukup populer di Thailand, meski bukan termasuk masakan klasik.

Chef Billy juga menilai bahwa lidah masyarakat Indonesia cukup dekat dengan Thailand karena sama-sama menyukai masakan berbahan rempah dan bumbu kuat. Hal ini membuat proses adaptasi rasa menjadi lebih mudah, termasuk dalam kolaborasi dengan tim dapur di Jakarta khususnya Chef Ardi Irawan. Dengan demikian, para tamu dapat merasakan sensasi kuliner Thailand yang otentik namun tetap terasa familiar bagi selera Indonesia.

Acara ini menandai langkah strategis kedua hotel tersebut dalam memperluas jangkauan kuliner internasional. Menyajikan menu yang beragam sekaligus mempertahankan keaslian, kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk terus berinovasi dalam dunia gastronomi. Pengalaman santap spesial ini tidak hanya menawarkan cita rasa baru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya kuliner dapat menjadi jembatan antara dua negara.

Dengan demikian, para tamu yang hadir pada 20 April 2026 – 25 April 2026 di Café Gran Via dapat menikmati perjalanan rasa yang kaya, menggabungkan kehangatan, kepraktisan, dan keunikan seafood khas Thailand. Acara ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas budaya dapat menghasilkan pengalaman kuliner yang menarik dan autentik.

Gran Meliá JakartaMeliá Chiang MaiCafé Gran Viakuliner ThailandChef Billykeaslian cita rasakolaborasi lintas budaya

Komentar

Memuat komentar...