Gubernur Herman Deru Luncurkan Program Sultan Muda XporA

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Gubernur Herman Deru Luncurkan Program Sultan Muda XporA

Gambar atau konten salah?

21 April 2026 menjadi hari penting bagi Sumatera Selatan ketika Gubernur Herman Deru secara resmi meluncurkan program Sultan Muda XporA 2026 di kantor OJK Sumsel. Program ini merupakan kolaborasi antara OJK Sumsel dan Bank Indonesia dengan tujuan mencetak ribuan eksportir muda baru. Fokusnya adalah memanfaatkan potensi komoditas unggulan Bumi Sriwijaya di pasar global.

Menurut Herman Deru, saat ini sudah ada 9.008 anak muda yang terdata dan siap dikembangkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui sektor ekspor. Program ini menekankan hilirisasi komoditas, mulai dari:

  • kopi
  • briket
  • arang
  • kayuu manis

"Anak muda di Sumatera Selatan bukan anak muda yang mati karya, melainkan anak muda yang karyanya hebat dan mampu menembus pasar internasional," tegas Herman Deru. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar narasi, melainkan aksi nyata dengan menyediakan fasilitas pinjaman dan pendampingan melalui fasilitas klinik. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak neraca perdagangan Sumsel yang saat ini sudah mencatatkan angka ekspor sebesar Rp 100 triliun berbanding impor Rp 17 triliun.

"Saya sampaikan kepada Bapak Waka OJK tadi, kalau lima saja komoditas mereka dalam satu kelompok bisnis, ini sudah ada 45 ribu produk yang siap dipasarkan ke luar," ujar Deru. Namun, ia juga menyoroti tantangan infrastruktur, khususnya kebutuhan dermaga besar di Sumatera Selatan. Menurutnya, keberadaan pelabuhan yang terintegrasi sangat mendesak agar kapal-kapal besar tidak lagi harus menunggu di tengah laut, sehingga biaya logistik bisa ditekan lebih rendah.

"Pemasukan kita bisa begitu besar, artinya kita bisa bayangkan kalau pelabuhan jadi nanti tentu ekspor semakin banyak dan kos transportasinya menjadi lebih rendah," katanya. Herman Deru mengajak seluruh anak muda yang tergabung dalam Sultan Muda untuk terus berinovasi dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini. Ia mengingatkan agar semangat 'ado gawe' (ada kerjaan) khas masyarakat Palembang diimplementasikan menjadi etos kerja yang extraordinary di pasar global.

"Saya sering tantang anak muda ini jangan berhenti di zona nyaman, karena ciri anak muda itu adalah mencari tantangan dan menjadikan kerja sebagai hobi," pungkasnya.

Program ini menandai langkah konkret Sumatera Selatan dalam memperkuat daya saing eksportir muda. Dengan dukungan lembaga keuangan, fasilitas pendampingan, dan upaya perbaikan infrastruktur, potensi ekspor daerah dapat tumbuh lebih signifikan. Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memanfaatkan sumber daya manusia muda sebagai motor penggerak ekonomi di era globalisasi.

Sultan Muda XporA 2026OJK SumselBank Indonesiaeksportir mudakomoditas unggulaninfrastruktur pelabuhanpinjaman dan pendampinganpasar global

Komentar

Memuat komentar...