Gubernur Herman Deru Luncurkan Program Sultan Muda XporA
Gambar atau konten salah?
21 April 2026 menjadi hari penting bagi Sumatera Selatan ketika Gubernur Herman Deru secara resmi meluncurkan program Sultan Muda XporA 2026 di kantor OJK Sumsel. Program ini merupakan kolaborasi antara OJK Sumsel dan Bank Indonesia dengan tujuan mencetak ribuan eksportir muda baru. Fokusnya adalah memanfaatkan potensi komoditas unggulan Bumi Sriwijaya di pasar global.
Menurut Herman Deru, saat ini sudah ada 9.008 anak muda yang terdata dan siap dikembangkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui sektor ekspor. Program ini menekankan hilirisasi komoditas, mulai dari:
- kopi
- briket
- arang
- kayuu manis
"Anak muda di Sumatera Selatan bukan anak muda yang mati karya, melainkan anak muda yang karyanya hebat dan mampu menembus pasar internasional," tegas Herman Deru. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar narasi, melainkan aksi nyata dengan menyediakan fasilitas pinjaman dan pendampingan melalui fasilitas klinik. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak neraca perdagangan Sumsel yang saat ini sudah mencatatkan angka ekspor sebesar Rp 100 triliun berbanding impor Rp 17 triliun.
"Saya sampaikan kepada Bapak Waka OJK tadi, kalau lima saja komoditas mereka dalam satu kelompok bisnis, ini sudah ada 45 ribu produk yang siap dipasarkan ke luar," ujar Deru. Namun, ia juga menyoroti tantangan infrastruktur, khususnya kebutuhan dermaga besar di Sumatera Selatan. Menurutnya, keberadaan pelabuhan yang terintegrasi sangat mendesak agar kapal-kapal besar tidak lagi harus menunggu di tengah laut, sehingga biaya logistik bisa ditekan lebih rendah.
"Pemasukan kita bisa begitu besar, artinya kita bisa bayangkan kalau pelabuhan jadi nanti tentu ekspor semakin banyak dan kos transportasinya menjadi lebih rendah," katanya. Herman Deru mengajak seluruh anak muda yang tergabung dalam Sultan Muda untuk terus berinovasi dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini. Ia mengingatkan agar semangat 'ado gawe' (ada kerjaan) khas masyarakat Palembang diimplementasikan menjadi etos kerja yang extraordinary di pasar global.
"Saya sering tantang anak muda ini jangan berhenti di zona nyaman, karena ciri anak muda itu adalah mencari tantangan dan menjadikan kerja sebagai hobi," pungkasnya.
Program ini menandai langkah konkret Sumatera Selatan dalam memperkuat daya saing eksportir muda. Dengan dukungan lembaga keuangan, fasilitas pendampingan, dan upaya perbaikan infrastruktur, potensi ekspor daerah dapat tumbuh lebih signifikan. Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memanfaatkan sumber daya manusia muda sebagai motor penggerak ekonomi di era globalisasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Palembang: Gaji ke-13 ASN 2026, Rp 89 Miliar Alokasi
Berita Terbaru
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
