Gubernur Jabar Perkenalkan Sekolah Maung 2026/2027 untuk siswa

Surya B. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 129 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jabar Perkenalkan Sekolah Maung 2026/2027 untuk siswa

Gambar atau konten salah?

Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) dibawa ke Jawa Barat oleh Gubernur Dedi Mulyadi (KDM). Tujuannya: menumbuhkan generasi yang kompetitif lewat sekolah khusus bagi siswa berprestasi.

Program ini akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027. Rencana melibatkan puluhan sekolah di seluruh kabupaten dan kota. Setiap sekolah dipilih sebagai “sekolah favorit” yang akan diupgrade menjadi Maung.

Seleksi siswa akan dimulai lebih awal. Purwanto, Kadisdik Jabar menyatakan, “Seleksi siswa yang mendaftar ke Sekolah Maung akan kita lakukan lebih awal agar yang tidak diterima tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah umum pada SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru),” ujar Kadisdik Jabar, Purwanto, dalam keterangannya yang dikutip dari detikEdu, ditulis Jumat (15 Mei 2026).

Jalur seleksi tidak memakai domisili atau zonasi. Semua siswa dinilai lewat prestasi akademik dan nonakademik. Jumlah rombongan belajar diatur 8–12 rombel, dengan maksimal 32 siswa per kelas.

Uji Publik Petunjuk Teknis (Juknis) diadakan di Bandung pada 29 April 2026. Deden, Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar menegaskan, “Sekolah Maung bukan untuk membedakan, tetapi untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang tepat, baik yang berprestasi tinggi maupun yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Deden, dikutip dari laman Disdik Jabar.

Konsep Maung dirancang untuk mengakomodasi beragam potensi. Siswa dengan bakat khusus mendapat layanan spesifik. Deden menekankan bahwa Maung akan menjadi sekolah model di Jawa Barat.

Gubernur menambahkan bahwa Maung akan memiliki enam jurusan strategis: teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. KDM menjelaskan, “Dengan enam jurusan. Satu, jurusan teknologi informasi. Dua, jurusan otomotif. Yang ketiga jurusan pertanian. Yang keempat jurusan olahraga. Yang kelima jurusan elektro. Yang keenam, jurusan kelautan,” jelas KDM, dalam unggahan Humas Jabar di akun media sosial, dikutip Senin (11 Mei 2026).

Program ini mendapat dukungan UPI melalui Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK). Prof Isma Widiaty, Guru Besar UPI menuturkan, “Konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif,” ujar Guru Besar UPI, Prof Isma Widiaty, dalam unggahan PTK UPI di akun media sosial, dikutip Senin (11 Mei 2026).

Direktur Pengembangan Kurikulum UPI, Prof Ahmad Yani, menegaskan komitmen. “UPI sangat mendukung program ini, terutama terkait kurikulum, sarana prasarana, hingga konsep pembelajaran. Insya Allah kami akan support agar Sekolah Maung sukses dan menjadi contoh nasional bahwa Jawa Barat memiliki konsep pendidikan yang luar biasa,” tegas Ahmad.

Provinsi tidak akan membangun sekolah baru. KDM menjelaskan, “Nggak dibangun, kita meng-update sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan, misalnya Bandung SMAN 3, Subang SMAN 1. Kan selalu setiap kabupaten ada sekolah favorit,” ujar KDM dalam keterangannya, dikutip dari detikJabar.

Setelah upgrade, sekolah favorit akan terisi siswa berprestasi. KDM menambahkan, “Pasti kan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, hingga seleksi guru yang memadai. Sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah yang diisi oleh anak-anak berprestasi, karena kelas menengahnya harus ada,” tutur KDM.

Berikut daftar sekolah yang dipilih sebagai calon Maung:

  • SMAN 1 Soreang (Kabupaten Bandung)
  • SMAN 1 Cisarua (Kabupaten Bandung Barat)
  • SMAN 1 Sukatani (Kabupaten Bekasi)
  • SMAN 2 Cibinong (Kabupaten Bogor)
  • SMAN 1 Ciamis (Kabupaten Ciamis)
  • SMAN 1 Cianjur (Kabupaten Cianjur)
  • SMAN 1 Palimanan (Kabupaten Cirebon)
  • SMAN 6 Garut (Kabupaten Garut)
  • SMAN 1 Sindang (Kabupaten Indramayu)
  • SMAN 5 Karawang (Kabupaten Karawang)
  • SMAN 2 Kuningan (Kabupaten Kuningan)
  • SMAN 1 Majalengka (Kabupaten Majalengka)
  • SMAN 1 Parigi (Kabupaten Pangandaran)
  • SMAN 1 Purwakarta (Kabupaten Purwakarta)
  • SMAN 1 Subang (Kabupaten Subang)
  • SMAN 1 Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi)
  • SMAN 1 Sumedang (Kabupaten Sumedang)
  • SMAN 1 Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya)
  • SMAN 3 Bandung (Kota Bandung)
  • SMAN 5 Bandung (Kota Bandung)
  • SMAN 1 Banjar (Kota Banjar)
  • SMAN 1 Bekasi (Kota Bekasi)
  • SMAN 1 Bogor (Kota Bogor)
  • SMAN 3 Cimahi (Kota Cimahi)
  • SMAN 2 Cirebon (Kota Cirebon)
  • SMAN 1 Depok (Kota Depok)
  • SMAN 2 Kota Sukabumi (Kota Sukabumi)
  • SMAN 1 Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya)

Daftar sekolah menengah kejuruan (SMKN) yang terpilih:

  • SMKN 1 Katapang (Kabupaten Bandung)
  • SMKN 1 Cibinong (Kabupaten Bogor)
  • SMKN 1 Pacet (Kabupaten Cianjur)
  • SMKN 1 Mundu (Kabupaten Cirebon)
  • SMKN 1 Garut (Kabupaten Garut)
  • SMKN 1 Majalengka (Kabupaten Majalengka)
  • SMKN 1 Pangandaran (Kabupaten Pangandaran)
  • SMKN Maung (Kabupaten Purwakarta)
  • SMKN 1 Cibadak (Kabupaten Sukabumi)
  • SMKN 2 Bekasi (Kota Bekasi)
  • SMKN 3 Bogor (Kota Bogor)
  • SMKN 1 Cimahi (Kota Cimahi)
  • SMKN 2 Tasikmalaya (nwk/nwk) (Kota Tasikmalaya)

Program ini menandai langkah baru dalam pendidikan Jawa Barat. Dengan menargetkan siswa berprestasi dan mengupgrade sekolah favorit, pemerintah berharap dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional dan global. Program ini juga menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang inklusif namun berbasis prestasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memastikan kualitas kurikulum dan fasilitas. Dengan demikian, Sekolah Manusia Unggul (Maung) menjadi cerminan upaya Jawa Barat memajukan pendidikan menuju masa depan yang lebih kompetitif.

Sekolah Manusia UnggulPendidikan Jawa BaratSeleksi PrestasiJurusan StrategisUPISMANSMKN

Komentar

Memuat komentar...