Gubernur Jatim Revalidasi Geopark Ijen, Target Green Card

Bima J. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jatim Revalidasi Geopark Ijen, Target Green Card

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengadakan pertemuan di Surabaya dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hakim pada hari Rabu, 15 April 2026. Pertemuan ini menyoroti proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) bagi kawasan Geopark Ijen.

Khofifah menjelaskan bahwa revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang harus dilakukan setiap empat tahun. Proses ini memastikan pengelolaan geopark tetap sesuai standar internasional yang ditetapkan UNESCO. Ia menegaskan, “Pemprov Jatim memberi atensi besar revalidasi UNESCO Global Geopark sebab Geopark Ijen telah melalui siklus penuh pengakuan internasional serta memastikan kualitas yang berkelanjutan melalui revalidasi tahun 2026.”

Ia menekankan pentingnya kesiapan semua pemangku kepentingan. “Kami ingin melihat langsung progres dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan saat asesor melakukan penilaian,” ujarnya. Aspek yang dinilai tidak hanya kondisi eksisting, tetapi juga perkembangan dan capaian sejak penetapan sebelumnya.

Hasil evaluasi akan menentukan status Geopark Ijen dalam jaringan UGG. Status tersebut dapat berupa Green Card (status dipertahankan), Yellow Card (perlu perbaikan dalam dua tahun), atau Red Card (pencabutan dari jaringan). Khofifah menambahkan, “Capaian status Green Card tidak hanya menjadi simbol pengakuan internasional, tetapi juga memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kunjungan wisata minat khusus, peluang investasi, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya di kawasan Geopark Ijen.”

Ia menegaskan semangat gotong royong dan komitmen kuat: “Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kami tidak sekadar mempertahankan status UNESCO Global Geopark tetapi menjadikannya model geopark berkelanjutan tingkat global.”

Khofifah juga mengharapkan dukungan berkelanjutan dari semua pihak—pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia menyebutkan dampak nyata Geopark Ijen, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, dan penelitian di Banyuwangi serta Bondowoso. “Dari sisi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kebudayaan, penelitian Ijen geopark sangat berdampak bagi masyarakat Banyuwangi dan Bondowoso,” pungkasnya.

Perkembangan ini menandai langkah penting dalam menjaga kualitas Geopark Ijen. Dengan revalidasi, pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan, meningkatkan kunjungan, dan memperluas manfaat ekonomi serta pelestarian budaya di wilayah tersebut.

Revalidasi UNESCO Global GeoparkGeopark IjenPemerintah Jawa TimurKesiapan Pemangku KepentinganPeningkatan Kunjungan WisataPemberdayaan MasyarakatPelestarian Budaya

Komentar

Memuat komentar...