Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Gus Dur di RSU Ponorogo

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Gus Dur di RSU Ponorogo

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KH Abdurrahman Wahid di RSU Muslimat Ponorogo pada Sabtu, 04 April 2026. Peresmian ini menandai penguatan layanan kesehatan berbasis keumatan sekaligus modernisasi fasilitas rumah sakit.

Acara dihadiri Rais 'Aam PBNU Miftachul Akhyar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi. Kehadiran tokoh nasional ini dianggap simbol sinergi dalam mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Khofifah menegaskan, pembangunan gedung baru ini bukan sekadar penambahan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang lebih profesional dan berorientasi pada kemanusiaan. “Ini bukan hanya pembangunan gedung, tapi penguatan layanan kesehatan agar semakin profesional, inklusif, dan berpihak pada kemanusiaan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Gedung yang diberi nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki tujuh lantai. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun kenyamanan pasien.

Menurut Khofifah, nama Gus Dur dipilih sebagai pengingat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada kelompok rentan. Nilai tersebut diharapkan menjadi ruh dalam setiap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. “Semangat Gus Dur harus hadir dalam setiap layanan. Semua pasien harus dilayani tanpa membedakan latar belakang, dengan rasa keadilan yang sama,” tegasnya.

Ia juga menyebut, pengembangan RSU Muslimat Ponorogo merupakan bagian dari transformasi untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan daerah. Rumah sakit ini bahkan didorong menjadi rujukan, khususnya dalam layanan ibu dan anak. “Kalau kolaborasi terus dijaga, RSU Muslimat Ponorogo bisa menjadi center of excellence, termasuk pengembangan layanan infertilitas,” ungkapnya.

Khofifah turut mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut, mulai dari tokoh NU hingga dukungan lembaga keuangan dan filantropi. Selain peresmian gedung, sejumlah bantuan juga disalurkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya bantuan ambulans dari Bank Mega Syariah dan LAZISNU Ponorogo, kursi tunggu pasien dari Bank Jatim, serta bibit tanaman dari Dinas Kehutanan Jawa Timur.

Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menilai kehadiran gedung baru ini turut memperkuat peran perempuan dalam pelayanan sosial dan kesehatan. “Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam penguatan SDM dan kesetaraan gender, termasuk peningkatan peran perempuan di berbagai sektor,” ujarnya.

Peresmian ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 40 tahun pengabdian RSU Muslimat Ponorogo dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga meresmikan kantor PC Muslimat NU Ponorogo.

Peresmian Gedung KH Abdurrahman Wahid menandai langkah konkret dalam memperkuat sistem kesehatan di daerah. Dengan dukungan tokoh nasional, lembaga keuangan, dan lembaga filantropi, fasilitas baru ini diharapkan menjadi pusat layanan yang lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Gubernur Jawa Timur KhofifahGedung KH Abdurrahman WahidRSU Muslimat Ponorogolayanan kesehatan berbasis keumatantransformasi layanan kesehataninklusifkemanusiaan

Komentar

Memuat komentar...