Gubernur Sumsel Peringat Pekerja Migran di Negara Tanpa Bilateral

Ika P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sumsel Peringat Pekerja Migran di Negara Tanpa Bilateral

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan kepada masyarakat Palembang bahwa mencari kerja di luar negeri tanpa adanya hubungan bilateral dengan Indonesia dapat menimbulkan risiko serius.

Jangan mencari kerjaan ke negara yang tidak ada hungungan bilateralnya,” tegasnya pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa pekerja migran yang tidak berhati-hati dapat menjadi sasaran eksploitasi.

Jangan sampai mau dijadikan bahan eksploitasi, untuk kepentingan orang saja,” ujarnya. Gubernur juga menyoroti ancaman perdagangan organ tubuh yang seringkali menimpa tenaga kerja asing. “Harus diwaspadai juga agar berangkat secara legal saja jika mau ke keluar negeri, karena banyak isu perdagangan organ tubuh yang sangat kita khawatirkan,” tambahnya.

Peristiwa ini muncul setelah 14 TKI asal Palembang yang sebelumnya terlantar di Kamboja akhirnya dipulangkan ke Bumi Sriwijaya. Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memfasilitasi proses kepulangan tersebut. “Kami akan fasilitasi 14 TKI warga Sumsel yang terlantar di Kamboja yang akan pulang hari ini,” ujar Herman Deru. Ia menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi peringatan bagi calon tenaga kerja agar lebih selektif dalam memilih pekerjaan di luar negeri.

Menurut Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Waydinsyah, 14 TKI tersebut sudah tiba di Indonesia pada Minggu, 29 Maret 2026 malam. Hari ini, Senin, mereka akan diterbangkan ke Palembang pukul 11.00 WIB.

Kepala Disnakertrans Sumsel, Indra Bangsawan, menjelaskan bahwa para korban diberangkatkan dari Phnom Penh, Kamboja, menuju Jakarta pada Minggu. Setelah tiba di Indonesia, mereka akan transit di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang. Ia menambahkan bahwa awalnya terdapat 15 orang yang terdata, namun salah satu telah kembali secara mandiri dengan bantuan keluarga.

Indra menegaskan bahwa pemulangan ini merupakan hasil atensi langsung dari Pak Gubernur yang bergerak cepat setelah menerima informasi terkait kondisi para warga tersebut. “Pemulangan ini merupakan hasil atensi langsung dari Pak Gubernur yang bergerak cepat setelah menerima informasi terkait kondisi para warga tersebut,” kata Indra.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya calon tenaga kerja, agar lebih selektif dalam mencari pekerjaan di luar negeri. Ia menekankan pentingnya keberangkatan secara legal guna menghindari ancaman serius, termasuk eksploitasi dan perdagangan organ tubuh.

Keputusan pemerintah daerah untuk memfasilitasi kepulangan 14 TKI menandai langkah konkret dalam melindungi hak pekerja migran. Sementara itu, peringatan dari gubernur menyoroti kebutuhan akan kesadaran dan pengetahuan tentang risiko kerja di negara yang tidak memiliki hubungan bilateral dengan Indonesia. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana ketika mempertimbangkan peluang kerja di luar negeri.

Pekerja Migran IndonesiaKepulangan TKI PalembangRisiko Kerja Luar NegeriPerdagangan Organ TubuhKendala Hubungan BilateralEksploitasi Pekerja MigranKepulangan di JakartaKebijakan Gubernur Sumatera Selatan

Komentar

Memuat komentar...