Gunung Slamet Tutup Pendakian, Suhu Kawah 464°C Tinggi

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Gunung Slamet Tutup Pendakian, Suhu Kawah 464°C Tinggi

Gambar atau konten salah?

Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah, resmi ditutup pendakian mulai 05 April 2026.

Penutupan ini diambil setelah pemantauan menunjukkan suhu kawah meningkat drastis. Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

“Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan untuk penutupan pendakian,” kata Sugeng saat dihubungi.

Dengan demikian, seluruh jalur pendakian di sekitar Gunung Slamet, termasuk jalur yang sebelumnya masih terbuka seperti via Kaliwadas, kini resmi ditutup. Sugeng menambahkan bahwa sebelumnya ada pendaki yang sudah mencapai Pos 5, namun karena radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah, aktivitas pendakian tidak lagi diperbolehkan.

Meski demikian, status aktivitas Gunung Slamet masih berada di Level II atau waspada. Peningkatan aktivitas lebih disebabkan oleh lonjakan suhu kawah yang tidak biasa.

“Statusnya masih di Level II. Yang lainnya normal, tapi memang suhunya yang naik,” ujar Sugeng.

Data pemantauan menunjukkan suhu kawah mengalami lonjakan drastis dalam dua hari terakhir. Pada 03 April 2026, suhu tercatat mencapai 411,2 derajat Celsius. Sehari kemudian, 04 April 2026, suhu kembali naik menjadi 464 derajat Celsius. “Itu cukup signifikan, karena biasanya suhu stagnan. Normalnya di bawah 200 derajat Celsius, tapi ini naik drastis sejak Jumat tanggal 3,” ungkapnya.

Hingga Minggu pagi, kepulan asap putih masih terlihat dari kawah Gunung Slamet. Pihak pengelola menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum membuka kembali jalur pendakian.

“Kita ambil amannya, kalau sudah di bawah 200 derajat Celsius nanti baru dibuka kembali. Sambil menunggu informasi resmi,” jelas Sugeng.

Ia juga mengimbau para calon pendaki untuk menunda rencana pendakian dan tidak nekat mencari jalur alternatif yang tidak resmi. “Untuk calon pendaki, sebaiknya di-cancel dulu sambil menunggu perkembangan penurunan suhu. Jangan nekat mencari jalur tidak resmi,” pungkasnya.

Dengan suhu kawah yang masih tinggi dan status Level II, pendakian Gunung Slamet tetap tidak dianjurkan. Penutupan ini bertujuan menjaga keselamatan pendaki dan menunggu kondisi kawah kembali stabil sebelum jalur dapat dibuka kembali.

Gunung Slametpenutupan pendakiansuhu kawaherupsiLevel IIjalur via Kaliwadaspengelola Perhutani

Komentar

Memuat komentar...