Guru Malaysia Terharu, Sibling Kirim Kue & Surat Sederhana
Gambar atau konten salah?
Nurul Hafizah adalah seorang guru di Malaysia yang menerima hadiah yang membuatnya terharu pada 20 Mei 2026. Pada hari yang biasanya dipenuhi dengan hadiah sederhana, siswinya memberikan sesuatu yang berbeda.
Hari Guru biasanya identik dengan sekotak kado kecil. Namun, siswinya, yang tinggal di panti asuhan, mengirimkan empat kotak kue kering aneka rasa dan camilan. Isi kotak tersebut meliputi cookies rasa mint, cokelat, dan beberapa variasi lainnya.
Dalam unggahan Threads, Nurul menuliskan, “Ini hadiah paling menyakitkan yang pernah saya terima,” mengekspresikan perasaan yang mendalam. Dia menambahkan bahwa hadiah tersebut berasal dari bantuan donasi Hari Raya Lebaran yang diterima siswinya.
Meski begitu, siswinya memilih menyisihkan sebagian makanan miliknya untuk guru. Nurul berkata, “Ini (makanan) semua yang dia punya. Makanan yang saya yakin berasal dari donasi Hari Raya dan camilan yang mungkin diberikan orang lain kepadanya. Saya sampai tidak sanggup melihatnya karena terlalu sedih.”
Di dalam kotak, siswinya juga menulis surat tangan. Surat tersebut memohon maaf atas keterlambatan mengumpulkan tugas, serta berjanji akan lebih fokus di sekolah. Ia juga memohon agar guru tidak marah dan berdoa untuk kesehatan guru.
Berita ini menjadi viral setelah dibagikan oleh Nurul. Ia menjelaskan bahwa kedua orang tua siswinya sedang menjalani rehabilitasi, sehingga siswinya kini tinggal di panti bersama adiknya yang masih duduk di 1 SMP.
“Saya sedih karena anak-anak ini bukan berasal dari keluarga berada, tetapi mereka masih memikirkan untuk memberi sesuatu di hari spesial seperti Hari Guru,” ungkap Nurul. Ia menekankan betapa pentingnya perhatian bagi anak yang kurang mampu.
Menurut Nurul, siswinya mengalami kesulitan akademik. Ia sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan kondisi orang tua dan adiknya. “Menurut saya, dia bukan anak yang malas, tetapi anak yang memikul beban emosional terlalu berat untuk usianya,” jelasnya.
Yang membuat Nurul tersentuh adalah cara siswinya menyusun hadiah. Ia menata kotak dengan rapi, menambahkan surat pribadi, dan menempatkan camilan yang biasanya disimpan untuk dirinya sendiri.
“Kalau saya berada di posisinya saat seusia dia, mungkin saya juga belum tentu mau berbagi. Tetapi dia justru memilih memprioritaskan saya dan menjadikannya hadiah,” ungkap Nurul. Ia menekankan bahwa tindakan siswinya menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam.
Guru tersebut berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak kurang mampu. Ia menyerukan dukungan pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar, agar anak-anak seperti siswinya tidak merasa terabaikan.
Keseluruhan cerita ini menyoroti betapa sebuah hadiah sederhana dapat menembus hati dan mengingatkan kita akan pentingnya empati. Di balik kue kering dan camilan, tersimpan pesan tentang ketulusan, kesulitan, dan harapan. Guru dan siswinya saling memberi, menciptakan momen yang tak terlupakan di hari Guru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kusuka Kembali di Jakarta Fair 2026, Hadir Tas Edisi Spesial
Warung Nasi Lemak di Sungai Bayor: 30 Tahun Harga Tetap 4 Ribu
Belong Coffee di Klungkung Viral Tanpa Influencer, Menjadi Destinasi Keluarga
Nasi Bakar Liwet Derajat Jadi Trend Ciledug Tangerang
Jamie Tan MasterChef: Roti Canai Metode Kontroversial
SU MA Jakarta Selenggarakan ‘Passage’ dengan Chef Baru
Berita Terbaru
Jadwal Salat Surabaya 12 Juni 2026: Waktu Imsak hingga Isya
Wasit Asing IBL 2026 Tak Memuaskan, Butuh Pengembangan Lokal
Jadwal Salat Denpasar 12 Juni 2026: Waktu Subuh 05:09
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
