Guru Malaysia Terharu, Sibling Kirim Kue & Surat Sederhana

Vera T. · 2 min baca · 22 hari lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Guru Malaysia Terharu, Sibling Kirim Kue & Surat Sederhana

Gambar atau konten salah?

Nurul Hafizah adalah seorang guru di Malaysia yang menerima hadiah yang membuatnya terharu pada 20 Mei 2026. Pada hari yang biasanya dipenuhi dengan hadiah sederhana, siswinya memberikan sesuatu yang berbeda.

Hari Guru biasanya identik dengan sekotak kado kecil. Namun, siswinya, yang tinggal di panti asuhan, mengirimkan empat kotak kue kering aneka rasa dan camilan. Isi kotak tersebut meliputi cookies rasa mint, cokelat, dan beberapa variasi lainnya.

Dalam unggahan Threads, Nurul menuliskan, “Ini hadiah paling menyakitkan yang pernah saya terima,” mengekspresikan perasaan yang mendalam. Dia menambahkan bahwa hadiah tersebut berasal dari bantuan donasi Hari Raya Lebaran yang diterima siswinya.

Meski begitu, siswinya memilih menyisihkan sebagian makanan miliknya untuk guru. Nurul berkata, “Ini (makanan) semua yang dia punya. Makanan yang saya yakin berasal dari donasi Hari Raya dan camilan yang mungkin diberikan orang lain kepadanya. Saya sampai tidak sanggup melihatnya karena terlalu sedih.”

Di dalam kotak, siswinya juga menulis surat tangan. Surat tersebut memohon maaf atas keterlambatan mengumpulkan tugas, serta berjanji akan lebih fokus di sekolah. Ia juga memohon agar guru tidak marah dan berdoa untuk kesehatan guru.

Berita ini menjadi viral setelah dibagikan oleh Nurul. Ia menjelaskan bahwa kedua orang tua siswinya sedang menjalani rehabilitasi, sehingga siswinya kini tinggal di panti bersama adiknya yang masih duduk di 1 SMP.

Saya sedih karena anak-anak ini bukan berasal dari keluarga berada, tetapi mereka masih memikirkan untuk memberi sesuatu di hari spesial seperti Hari Guru,” ungkap Nurul. Ia menekankan betapa pentingnya perhatian bagi anak yang kurang mampu.

Menurut Nurul, siswinya mengalami kesulitan akademik. Ia sulit berkonsentrasi karena terus memikirkan kondisi orang tua dan adiknya. “Menurut saya, dia bukan anak yang malas, tetapi anak yang memikul beban emosional terlalu berat untuk usianya,” jelasnya.

Yang membuat Nurul tersentuh adalah cara siswinya menyusun hadiah. Ia menata kotak dengan rapi, menambahkan surat pribadi, dan menempatkan camilan yang biasanya disimpan untuk dirinya sendiri.

Kalau saya berada di posisinya saat seusia dia, mungkin saya juga belum tentu mau berbagi. Tetapi dia justru memilih memprioritaskan saya dan menjadikannya hadiah,” ungkap Nurul. Ia menekankan bahwa tindakan siswinya menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam.

Guru tersebut berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap anak-anak kurang mampu. Ia menyerukan dukungan pendidikan dan perhatian dari lingkungan sekitar, agar anak-anak seperti siswinya tidak merasa terabaikan.

Keseluruhan cerita ini menyoroti betapa sebuah hadiah sederhana dapat menembus hati dan mengingatkan kita akan pentingnya empati. Di balik kue kering dan camilan, tersimpan pesan tentang ketulusan, kesulitan, dan harapan. Guru dan siswinya saling memberi, menciptakan momen yang tak terlupakan di hari Guru.

Nurul HafizahGuru MalaysiaHadiah Hari GuruSiswinyaPanti AsuhanDonasi Hari RayaEmpatiPendidikan

Komentar

Memuat komentar...