Gus Mamak Terpuji Program Bunga Desaku: Blusukan Bupati Jember
Gambar atau konten salah?
Gus Mamak, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, mengungkapkan apresiasi atas konsistensi program Bunga Desaku—inisiatif Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan. Menurutnya, program ini menutup jarak antara pemimpin dan rakyat, membawa kedekatan yang lebih nyata.
Ia menekankan bahwa nilai utama kegiatan ini bukan sekadar penyerapan aspirasi formal, melainkan terciptanya hubungan kebatinan yang kuat. “Komunikasi langsung di lapangan itu membangun silaturahmi yang autentik. Ada ikatan emosional yang tercipta saat bupati hadir di tengah-tengah warga, sesuatu yang tidak bisa didapatkan jika hanya mengandalkan komunikasi searah,” ujar Gus Mamak, Rabu (25 Maret 2026).
Gus Mamak mengadopsi gaya kepemimpinan blusukan, menilai kepala daerah harus melepaskan kenyamanan di balik meja kerja. Menurutnya, turun ke akar rumput adalah cara paling akurat untuk memvalidasi data di lapangan. “Bupati tidak boleh hanya menjadi penerima laporan di atas kertas. Dengan berkantor di desa bersama jajaran kepala dinas, bupati bisa melihat fakta riil di masyarakat. Ini adalah langkah preventif agar kebijakan tidak salah sasaran akibat laporan bawahannya yang sekadar Asal Bapak Senang,” tambahnya.
Menjawab kekhawatiran publik terkait potensi beban APBD, Gus Mamak meyakini setiap agenda Bunga Desaku telah melalui kalkulasi finansial yang matang. Ia melihat program ini sebagai investasi untuk memetakan kekayaan daerah. “Justru dengan turun langsung, bupati bisa mengidentifikasi potensi sumber daya alam Jember yang selama ini mungkin belum tergarap. Jadi, tujuannya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan malah menjebolkan anggaran,” tegasnya.
Dalam konteks krisis energi dan kenaikan BBM, Gus Mamak menegaskan bahwa esensi program tetap berjalan melalui langkah efisiensi. Ia mencontohkan penggunaan kendaraan operasional secara kolektif. “Bupati sudah memberikan teladan dengan memangkas jumlah iring-iringan kendaraan. Para kepala OPD dan kabag kini dibawa dalam satu kendaraan besar. Artinya, secara substansi program tetap jalan, namun secara operasional tetap hemat energi dan efisien,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, menegaskan bahwa tidak semua persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui kanal digital. Ia menyebutkan masih ada kelompok yang belum terjangkau oleh teknologi, baik karena keterbatasan akses maupun faktor literasi digital. “Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada lansia, masyarakat di wilayah tertentu, serta warga dengan keterbatasan literasi digital yang belum optimal memanfaatkan layanan berbasis online,” tegasnya.
Regar menekankan pentingnya kehadiran langsung pemerintah melalui program Bunga Desaku sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Negara tidak boleh hanya menunggu laporan. Negara harus hadir langsung memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti bahwa model pelayanan seperti ini mempercepat penyelesaian persoalan tanpa harus melalui proses birokrasi panjang. “Pemerintah Kabupaten Jember, akan terus mengembangkan pendekatan pelayanan yang adaptif dengan mengintegrasikan kanal digital dan kehadiran langsung di lapangan.” “Digital tetap berjalan, tetapi kehadiran langsung tidak bisa digantikan. Keduanya harus berjalan bersama agar pelayanan benar-benar menjangkau semua,” pungkasnya.
Program Bunga Desaku menonjol sebagai contoh konkret bagaimana pemimpin daerah dapat menurunkan diri di lapangan, menilai kebutuhan secara langsung, dan menggabungkan teknologi dengan interaksi tatap muka. Pendekatan ini menegaskan bahwa meski teknologi penting, kehadiran fisik tetap menjadi kunci dalam menjembatani gap antara pemerintah dan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Cuaca Berawan Surabaya Hari Ini, Suhu 24-34°C Kelembapan
Surabaya Tampilkan Jadwal Sholat Lengkap 4 Juni 2026
Kebijakan Baru Pemerintah Mengurangi Plastik Sekali
Gudang Semen Terbakar di Nganjuk, Tidak Ada Korban Jiwa
Berita Terbaru
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
